Pencarian

Jalan Tol Betung-Jambi Ditargetkan Rampung Total Tahun 2027, Pembayaran Kompensasi Lahan Warga Muba Segera Dicairkan

Senin, 06 Juli 2026 • 13:11:01 WIB
Jalan Tol Betung-Jambi Ditargetkan Rampung Total Tahun 2027, Pembayaran Kompensasi Lahan Warga Muba Segera Dicairkan
Pembayaran kompensasi lahan warga Muba untuk proyek Tol Betung-Jambi segera dicairkan setelah hambatan hukum teratasi.

SEKAYU — Keraguan pelaksana proyek soal pencairan dana kompensasi lahan warga yang terdampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung-Jambi akhirnya mendapat titik terang. Melalui rapat daring bersama Jaksa Agung Muda Intelijen, Pemkab Muba dan Kejaksaan Agung merumuskan sistem pencegahan risiko hukum yang matang, sehingga proses pembayaran ganti rugi tanah yang sempat tertahan kini mendapatkan lampu hijau.

Penyebab Pembayaran Tertahan dan Solusinya

Hambatan utama yang membuat proses pembebasan lahan mandek adalah kekhawatiran aparatur desa dan pelaksana lapangan terhadap potensi masalah hukum di kemudian hari. Ketidakjelasan regulasi teknis pencairan dana kompensasi membuat sejumlah warga yang lahannya terlintasi tol belum menerima haknya.

Asisten I Setda Muba, Ardiansyah, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal setiap tahapan pengadaan tanah agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Pada prinsipnya kami terus mengikuti perkembangan pelaksanaan pengadaan tanah yang melewati wilayah Musi Banyuasin sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kami sebisa mungkin melakukan atau tetap sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang dilewati jalan,” ujar Ardiansyah dikutip dari website Pemkab Muba.

Progres Fisik Tol Betung-Jambi: Dua Ruas Sudah Beroperasi Gratis

Saat ini, koridor tol Betung–Tempino–Jambi menunjukkan progres yang bervariasi. Beberapa bagian telah rampung dan sudah bisa digunakan masyarakat tanpa dipungut biaya. Dua ruas yang sudah resmi dibuka untuk umum adalah lintasan Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 kilometer serta jalur Tempino–Ness sejauh 18,49 kilometer.

Dengan teratasinya masalah lahan, pemerintah optimistis seluruh ruas yang tersisa dapat tersambung secara menyeluruh pada 2027. “Mudah-mudahan saja alhamdulillah ini tetap bisa berjalan, karena ini menjadi salah satu pemantik ekonomi yang ada di Kabupaten Banyuasin. Pada prinsipnya kami akan terus memonitor dan mendukung apa yang menjadi arahan,” tambah Ardiansyah.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Musi Banyuasin

Megaproyek strategis nasional ini diyakini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan finansial di wilayah Muba. Kelancaran distribusi barang dan mobilitas orang dari Sumatera Selatan menuju Jambi diprediksi membuka peluang usaha baru di sektor perdagangan dan jasa. Pemkab Muba pun terus menggencarkan pendekatan dan edukasi kepada warga yang areanya terdampak lintasan tol agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa gejolak sosial.

Bagikan
Sumber: jambiekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks