JAKARTA — IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatannya sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan saham. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ikut terkerek naik 16,29 poin atau 2,88 persen ke posisi 581,78.
Katalis Positif dari Timur Tengah dan Data Tenaga Kerja AS
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut sentimen global menjadi katalis utama penguatan IHSG. Perkembangan positif datang dari mediasi damai yang dilaporkan Qatar antara Amerika Serikat dan Iran.
"Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pembahasan memorandum gencatan senjata bulan Juni 2026 berjalan kondusif. Namun, pelaku pasar masih bersikap waspada karena belum ada kesepakatan tertulis yang menjamin perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari Amerika Serikat, data nonfarm payrolls (NFP) periode Juni 2026 yang hanya bertambah 57.000—jauh di bawah estimasi 110.000—menjadi angin segar bagi pasar. Tingkat pengangguran di level 4,2 persen juga lebih rendah dari perkiraan.
"Rilis data pasar tenaga kerja AS yang melambat memberikan pandangan baru bagi pelaku pasar yang berspekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat," tambah Nico. Berdasarkan CME Fedwatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 kini hanya sekitar 45,6 persen, turun dari 67 persen sebelumnya.
Semua Sektor Menguat, Transaksi Tembus Rp 10,53 Triliun
Dari dalam negeri, kesepakatan postur awal RAPBN 2027 antara pemerintah dan DPR turut memberikan sentimen positif. Defisit anggaran diperkirakan berada di rentang 1,8-2,2 persen terhadap PDB, yang dinilai mencerminkan upaya menjaga keseimbangan fiskal.
Secara sektoral, seluruh sebelas sektor indeks IDX-IC kompak menghijau. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 3,74 persen, diikuti sektor barang baku (2,97 persen) dan sektor barang infrastruktur (2,36 persen). Saham-saham seperti KOKA, FUTR, dan ECII tercatat sebagai penguat terbesar.
Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.363.000 kali transaksi dengan volume 17,15 miliar lembar saham senilai Rp 10,53 triliun. Sebanyak 520 saham berhasil naik, 159 saham menurun, dan 280 saham stagnan.
Bursa Asia Kompak Hijau, Nikkei Pimpin Penguatan
Penguatan IHSG sejalan dengan bursa saham regional Asia yang kompak menghijau. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,47 persen ke 69.744,07, Shanghai naik 0,37 persen ke 4.034,64, dan Kuala Lumpur terapresiasi 1,04 persen ke 1.679,05. Indeks Strait Times Singapura juga ditutup menguat 0,26 persen ke 5.230,87.