Pencarian

KPK Tangkap 10 Orang di Kuansing, Suap Sekda Melibatkan Keluarga Penyelenggara Negara

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:53:01 WIB
KPK Tangkap 10 Orang di Kuansing, Suap Sekda Melibatkan Keluarga Penyelenggara Negara
KPK mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan terkait suap jabatan Sekda Kuansing.

JAMBI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, melalui operasi tangkap tangan yang berlangsung pada akhir Juni 2026. Lembaga antirasuah itu mengamankan 10 orang dalam operasi tersebut, dengan sembilan orang ditangkap di Kuansing dan satu orang lainnya di Jakarta.

Lima Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Anggota Keluarga Pejabat

Dari total yang diamankan, KPK membawa lima orang ke Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengidentifikasi mereka terdiri dari tiga pihak swasta, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kuansing, serta seorang anggota keluarga penyelenggara negara di daerah yang sama.

"Adapun perkara ini diduga berkaitan dengan dugaan suap untuk suatu jabatan di Kabupaten Kuansing," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Barang Bukti: Transaksi Keuangan hingga Mobil Mewah

Dalam penggeledahan, tim KPK mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bukti transaksi keuangan dan satu unit kendaraan roda empat. Mobil tersebut diduga menjadi alat suap yang digunakan oleh para pihak yang terlibat untuk memuluskan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

"Tim mengamankan satu unit kendaraan roda empat yang diduga menjadi instrumen suap yang dilakukan oleh para pihak tersebut," ungkap Budi.

Deretan OTT Sepanjang 2026: Dari Pajak hingga Kepala Daerah

Operasi di Kuansing menjadi OTT ke-14 yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, lembaga antikorupsi ini telah menangani berbagai kasus di kementerian, pengadilan, dan daerah. Pada Januari, OTT pertama menyasar dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, disusul penangkapan Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.

Memasuki Februari, KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin dan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal. OTT keenam menjerat Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok. Maret menjadi bulan paling sibuk dengan tiga OTT berturut-turut menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Pada April, giliran Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap dalam OTT ke-10. Setelah jeda di Mei, KPK kembali bergerak pada Juni dengan menangani kasus yang membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri, disusul penangkapan Bupati Muara Enim Edison dan seorang ASN Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Pemeriksaan Intensif Berlangsung, Pengembangan Kasus Terbuka

KPK masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus suap jabatan Sekda Kuansing ini. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah uang yang disita atau pasal yang disangkakan. Lembaga antirasuah itu dipastikan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut setelah pemeriksaan tahap awal selesai.

Kasus ini menambah panjang daftar praktik jual beli jabatan di pemerintahan daerah yang kerap menjadi sasaran operasi KPK. Kuansing sendiri merupakan kabupaten yang sebelumnya beberapa kali menjadi sorotan terkait dugaan korupsi di lingkungan eksekutif setempat.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks