SENAUNG — Aksi pencurian TBS kelapa sawit yang meresahkan petani di Kecamatan Senaung, Muaro Jambi, mendapat perhatian serius dari jajaran Polres setempat. Kanit Pidum Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama anggota turun langsung menemui tokoh masyarakat untuk mencari solusi.
Pertemuan dengan MUI: Mencari Jalan Keluar
Pertemuan berlangsung di kediaman Ketua MUI Kabupaten Muaro Jambi, Tuan Guru Abdullah Syargawi, Kamis (11/6/2026). Suasana diskusi berjalan penuh keakraban. Polisi mendengarkan langsung keluhan warga yang selama ini merasa resah dengan aksi pencurian sawit yang kerap terjadi di kebun mereka.
Tuan Guru Abdullah Syargawi mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polres Muaro Jambi. Menurutnya, kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti keseriusan dalam menangani tindak pidana yang merugikan petani sawit.
Kerugian Ekonomi dan Ancaman Stabilitas Keamanan
Pencurian TBS kelapa sawit tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Tuan Guru Abdullah Syargawi menegaskan bahwa aksi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Muaro Jambi.
“Kami berharap pertemuan dan diskusi seperti ini dapat menjadi langkah awal dalam menyelesaikan keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat akibat maraknya pencurian sawit,” ujar Tuan Guru Abdullah Syargawi dalam keterangan yang diterima sekatojambi.com.
Langkah Polres: Turunkan Anggota ke Lapangan
Polres Muaro Jambi telah menurunkan anggota Satreskrim untuk merespons laporan warga. Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat terhadap keluhan yang masuk. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah tersangka yang telah diamankan atau barang bukti yang disita dalam operasi ini.
Masyarakat berharap patroli dan pengawasan di kawasan perkebunan sawit dapat ditingkatkan. Terutama pada jam-jam rawan ketika pemilik kebun tidak berada di lokasi.