JAMBI — Sebanyak 29 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti sosialisasi peningkatan kualitas, daya saing, dan pengelolaan keuangan yang digelar Kanwil DJPb Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Kementerian Keuangan dalam memberdayakan sektor riil di daerah.
Pendampingan Tidak Berhenti di Sosialisasi
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jambi, Asyep Syaefudin, menegaskan bahwa program pendampingan tidak berakhir pada acara seremonial. Ke depan, pihaknya akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia pelaku usaha agar pola pikir mereka berkembang.
“Kami ingin UMKM tidak hanya berpikir bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya,” ujar Asyep saat diwawancarai.
Mata Garuda dan Alumni LPDP Jadi Instruktur Ekspor
Salah satu strategi yang disiapkan adalah melibatkan komunitas Mata Garuda dan alumni LPDP yang berpengalaman di bidang ekspor. Mereka akan memberikan edukasi kepada UMKM yang ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri.
“Nantinya kami akan melibatkan instruktur yang memahami proses ekspor, sehingga UMKM yang memiliki visi untuk mengekspor produknya dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal,” tambah Asyep.
Literasi Keuangan: Celah yang Masih Perlu Ditambal
Selain urusan produksi dan pemasaran, literasi keuangan menjadi fokus utama pembinaan. Asyep menilai masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki pemahaman memadai soal pengelolaan keuangan dan perencanaan bisnis jangka panjang.
“Literasi keuangan sangat penting karena UMKM tidak hanya menjual produk. Mereka juga harus mampu merencanakan arah dan pengembangan usahanya ke depan,” jelasnya.
Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi
Di tengah tekanan ekonomi, Kanwil DJPb Jambi mendorong para pelaku UMKM untuk tetap optimistis. Jumlah UMKM binaan yang saat ini berada di bawah pendampingan mencapai sekitar 80 pelaku usaha.
“UMKM harus terus bergerak dan tidak pesimis. Dengan semangat optimistis, UMKM dapat menjadi salah satu kekuatan utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi Jambi tetap berjalan,” tutup Asyep.