JAMBI — Empat akademisi dari berbagai fakultas resmi menyandang gelar profesor setelah menjalani Rapat Terbuka Senat UNJA di Auditorium Gedung UNIFAC Lantai 1, Mendalo. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Mairizal, M.Si. dari Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.H. dan Prof. Dr. A. Zarkasi, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum, serta Prof. Dr. Hary Soedarto Harjono, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Masing-masing profesor menyampaikan orasi ilmiah sebagai pertanggungjawaban akademik. Prof. Hary Soedarto Harjono mengangkat diplomasi bahasa melalui program BIPA di lingkungan Melayu Jambi. Sementara Prof. Retno Kusniati menyoroti keselarasan perjanjian internasional dengan konstitusi, dan Prof. A. Zarkasi membahas rekonstruksi sistem pemilu Indonesia. Adapun Prof. Mairizal memaparkan inovasi bioteknologi pakan berbasis bungkil inti sawit untuk broiler.
Guru Besar Bukan Sekadar Gelar Akademik
Ketua Senat UNJA, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., menegaskan bahwa status guru besar membawa amanah moral. “Bukan sekadar gelar akademik, tetapi lebih mencerminkan amanah moral dan integritas dalam menjalankan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya demi pengembangan Universitas Jambi ini,” ujarnya.
Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menilai gagasan yang disampaikan keempat profesor memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Apa yang disampaikan oleh beliau berempat ini memang menjawab solusi permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Rektor.
Bagaimana UNJA Mencapai 100 Guru Besar?
Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi institusi dalam mengembangkan kualitas pendidikan tinggi. Rektor menambahkan bahwa para guru besar didorong untuk terus berinovasi, melakukan penelitian, dan memberikan solusi bagi masyarakat serta mendukung program strategis nasional dan daerah.
Acara pengukuhan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, Senat UNJA, serta tamu kehormatan termasuk Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., para rektor UNJA lintas periode, dan keluarga para guru besar.
Apa Dampaknya bagi Pendidikan di Jambi?
Dengan 100 guru besar, UNJA diharapkan semakin memperkuat perannya dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian menjadi target utama ke depan. Kehadiran para profesor juga memperkuat basis riset daerah, terutama dalam bidang peternakan, hukum, dan pendidikan bahasa.