JAMBI — Viralnya dugaan malpraktik di klinik Kimia Farma Batam mendorong korporasi bergerak cepat. Corporate Communications PT Kimia Farma Diagnostika, Anisa Husnu, mengonfirmasi bahwa proses investigasi tengah berjalan untuk mengumpulkan fakta secara objektif.
"Perusahaan telah melakukan komunikasi serta pertemuan dengan keluarga pasien guna mendengarkan kronologi dan masukan secara langsung terkait kejadian tersebut," ujar Anisa dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa (18/2).
Investigasi Berjalan, Prinsip Keselamatan Pasien Jadi Acuan
Anisa menegaskan, investigasi internal dilakukan menyeluruh dengan mengedepankan patient safety atau keselamatan pasien. Seluruh evaluasi juga mengacu pada standar pelayanan yang berlaku di lingkungan perusahaan.
"Saat ini perusahaan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif atas fakta yang terjadi," tambahnya.
Perusahaan berjanji setiap proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar perbaikan layanan ke depan.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Kimia Farma Diagnostika menegaskan kembali komitmennya menjaga kualitas layanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Setiap masukan dari masyarakat, termasuk yang muncul dari unggahan viral, dianggap sebagai bahan evaluasi penting.
"Kami berkomitmen terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Setiap masukan menjadi perhatian untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan," kata Anisa.
Menurutnya, peningkatan mutu layanan harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang optimal.
Ekspansi Klinik di Bawah Biofarma Group
PT Kimia Farma Diagnostika merupakan entitas di bawah PT Kimia Farma Tbk yang tergabung dalam Biofarma Group. Perusahaan ini bergerak di bidang layanan kesehatan terintegrasi melalui jaringan klinik dan laboratorium medis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan pelanggan resmi perusahaan atau mengakses kanal digital yang tersedia.
Kasus di Batam ini menjadi pengingat bahwa di tengah ekspansi bisnis, standar pelayanan dan keselamatan pasien harus tetap menjadi prioritas utama. Publik menunggu transparansi hasil investigasi yang dijanjikan manajemen.