Pencarian

Harga TBS Sawit Petani Jambi Anjlok Usai Pemerintah Terapkan Kebijakan Ekspor CPO Wajib Lewat DSI

Sabtu, 23 Mei 2026 • 10:29:06 WIB
Harga TBS Sawit Petani Jambi Anjlok Usai Pemerintah Terapkan Kebijakan Ekspor CPO Wajib Lewat DSI
Petani sawit di Jambi merasakan penurunan harga TBS hingga Rp 300 per kilogram pasca kebijakan ekspor CPO melalui DSI.

JAMBI — Para petani sawit di Jambi mulai merasakan dampak langsung dari perubahan aturan ekspor CPO. Kebijakan yang mewajibkan ekspor melalui bursa DSI dinilai membuat rantai perdagangan lebih panjang dan menekan harga di tingkat kebun.

Harga TBS Turun hingga Rp 300 Per Kilogram

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah kelompok tani di Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari, harga TBS turun antara Rp 150 hingga Rp 300 per kilogram dalam sepekan terakhir. Sebelum kebijakan ini berlaku, harga TBS masih bertahan di kisaran Rp 2.500 per kilogram.

Penurunan ini terjadi secara merata di seluruh sentra sawit di provinsi tersebut. Petani mengeluhkan bahwa biaya produksi dan transportasi tidak sebanding dengan harga jual yang terus merosot.

Petani Sebut Kebijakan DSI Tak Libatkan Mereka

Kebijakan ekspor CPO melalui bursa DSI merupakan skema baru yang diterapkan Kementerian Perdagangan. Tujuannya untuk menciptakan transparansi harga acuan sawit nasional. Namun, petani di Jambi menilai kebijakan ini justru merugikan mereka di lapangan.

“Kami tidak diajak bicara soal skema ini. Yang tahu persis soal bursa DSI itu hanya perusahaan besar. Petani kecil seperti kami hanya menerima dampaknya, yaitu harga anjlok,” ujar seorang pengurus kelompok tani di Muaro Jambi, Senin lalu.

Biaya Logistik dan Potongan Pabrik Makin Berat

Selain faktor kebijakan ekspor, petani juga menyoroti potongan biaya transportasi dan sortasi yang ditetapkan pabrik kelapa sawit (PKS). Dalam kondisi harga sedang turun, potongan-potongan tersebut membuat pendapatan petani semakin tipis.

Sejumlah petani di Kabupaten Batanghari bahkan memilih menunda panen karena harga dinilai tidak ekonomis. Mereka berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengkaji ulang implementasi bursa DSI.

Pemprov Jambi Diminta Ambil Sikap

Para petani mendesak Pemerintah Provinsi Jambi untuk turun tangan. Mereka meminta agar Pemprov mengirimkan surat resmi ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terkait keluhan di lapangan.

“Jangan sampai kebijakan yang dibuat di Jakarta tidak mempertimbangkan nasib petani di daerah. Jambi adalah salah satu provinsi penghasil sawit terbesar. Kami minta ada evaluasi,” kata seorang perwakilan petani.

Fakta Singkat Dampak Kebijakan Ekspor CPO di Jambi

  • Harga TBS turun Rp 150–300/kg dalam sepekan terakhir.
  • Penurunan terjadi di Kabupaten Muaro Jambi dan Batanghari.
  • Petani mengeluhkan biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual.
  • Kebijakan DSI dianggap hanya menguntungkan perusahaan besar.
  • Pemprov Jambi didesak untuk melakukan evaluasi dan audiensi ke pusat.

Bagikan
Sumber: industri.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks