Pencarian

Harga TBS Sawit Jambi Periode 22-28 Mei 2026 Turun Rp41,98 per Kg, Petani Kembali Hitung Biaya Produksi

Jumat, 22 Mei 2026 • 10:12:44 WIB
Harga TBS Sawit Jambi Periode 22-28 Mei 2026 Turun Rp41,98 per Kg, Petani Kembali Hitung Biaya Produksi
Petani sawit Jambi menghadapi penurunan harga TBS periode 22-28 Mei 2026.

JAMBI — Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 22-28 Mei 2026. Hasil rapat penetapan harga menunjukkan seluruh kelompok umur tanaman mengalami penurunan dibanding pekan sebelumnya.

Berapa Harga TBS Sawit Jambi untuk Usia Produktif?

Harga TBS untuk usia tanam 10-20 tahun—yang menjadi acuan utama petani—ditetapkan sebesar Rp3.818,54 per kilogram. Angka ini turun dari periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp3.860,52 per kilogram.

Untuk usia tanam 3 tahun, harga TBS berada di Rp2.964,67 per kilogram. Usia 4 tahun ditetapkan Rp3.181,97 per kilogram, dan usia 5 tahun sebesar Rp3.327,08 per kilogram.

Daftar Lengkap Harga TBS Sawit Jambi per Kelompok Umur

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi periode 22-28 Mei 2026:

  • Usia 3 tahun: Rp2.964,67/kg
  • Usia 4 tahun: Rp3.181,97/kg
  • Usia 5 tahun: Rp3.327,08/kg
  • Usia 6 tahun: Rp3.465,11/kg
  • Usia 7 tahun: Rp3.552,34/kg
  • Usia 8 tahun: Rp3.669,11/kg
  • Usia 9 tahun: Rp3.699,88/kg
  • Usia 10-20 tahun: Rp3.818,54/kg
  • Usia 21-24 tahun: Rp3.706,85/kg
  • Usia 25 tahun: Rp3.542,66/kg

Harga CPO dan Kernel Ikut Turun?

Rapat penetapan harga juga memutuskan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp14.886,38 per kilogram. Sementara harga minyak inti sawit atau kernel ditetapkan Rp14.267,73 per kilogram dengan indeks K 95,22 persen.

Dampak Penurunan bagi Petani Sawit Jambi

Penurunan harga TBS ini menjadi sinyal melemahnya harga sawit di tingkat penetapan resmi Provinsi Jambi. Meski penurunan kali ini tidak terlalu tajam, tren turun tetap membuat petani harus kembali menghitung biaya produksi, ongkos panen, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga.

Pergerakan harga sawit sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, terutama mereka yang menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil panen kebun sawit. Kondisi ini membuat petani sawit kembali kurang bergairah, terutama menjelang akhir Mei 2026.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks