JAMBI — Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Kota Jambi Tahun 2026 di Aula Griya Mayang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, instansi vertikal, perguruan tinggi, sekolah, Kementerian Agama, dan penyuluh keluarga berencana.
11.129 Jiwa Jadi Sasaran Program Gizi
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Vera Sofioni menyebutkan bahwa optimalisasi pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran dilakukan melalui 43 SPPG. Target penerima manfaat mencapai 11.129 jiwa, terdiri dari 7.969 balita, 815 ibu hamil, dan 2.304 ibu menyusui. Hingga saat ini, sebanyak 4.900 jiwa telah menerima intervensi.
Rakorda ini digelar berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014. Tujuannya memperkuat komitmen dan dukungan operasional perangkat daerah dalam percepatan penurunan stunting.
Investasi Rp 1 di Program KB Hasilkan Manfaat 98 Kali Lipat
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Program Bangga Kencana merupakan investasi strategis pembangunan manusia. Cakupannya mulai dari perencanaan kehamilan yang sehat, pendampingan keluarga sejak dini, pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja.
“Di Kota Jambi jumlah mereka sangat besar, sehingga pembangunan keluarga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Maulana dalam sambutannya.
Dalam paparannya, Maulana menyampaikan bahwa Program Keluarga Berencana (KB) merupakan intervensi paling cost-effective. Setiap investasi sebesar satu rupiah pada Program KB dapat menghasilkan manfaat hingga 98 kali lipat bagi sektor kesehatan, pendidikan, dan perekonomian.
Data Ibu Hamil dan Balita Terkoneksi Langsung dengan SPPG
Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah mengintegrasikan data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan program SPPG yang telah beroperasional. “Data ibu hamil, ibu menyusui dan balita langsung dikoneksikan dengan SPPG, sehingga diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kota Jambi,” tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Jambi Tahun 2025, jumlah penduduk Kota Jambi mencapai 649.260 jiwa dengan luas wilayah 169,89 kilometer persegi, terdiri dari 11 kecamatan, 68 kelurahan, dan 1.650 RT. Kepadatan rata-rata mencapai 3.781 jiwa per kilometer persegi.
Lima Program Quick Wins Jadi Prioritas 2025–2029
Rakorda ini juga menjadi bagian dari penguatan arah transformasi Kemendukbangga/BKKBN Tahun 2025–2029 melalui lima program Quick Wins. Yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), serta SILAYA atau Lansia Berdaya.
Wali Kota Jambi menambahkan bahwa pembangunan berbasis keluarga sangat selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia. “Misalnya upaya kita untuk membuat lansia berdaya melalui program Lansia Bahagia, kemudian pencegahan stunting melalui berbagai aspek termasuk program Genting,” ucapnya.
BKKBN Apresiasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kota Jambi
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Zamhari memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi atas komitmen dan keberhasilan dalam menjalankan peta jalan pembangunan kependudukan. “Program pembangunan kependudukan Kota Jambi sudah berjalan sangat baik. Melalui peta jalan pembangunan kependudukan, Kota Jambi mampu merancang pembangunan jangka panjang yang terintegrasi dengan program nasional dan Asta Cita Presiden,” ujarnya.
Zamhari menegaskan bahwa seluruh program di Kota Jambi saat ini telah terintegrasi dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, persampahan hingga pembangunan keluarga. “Kita tidak hanya berbicara bidang KB saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita kolaborasikan bersama di Kota Jambi,” katanya.