Pencarian

Token Listrik Rp200.000 Tak Sepenuhnya Jadi kWh, PLN Edukasi Komponen Tagihan ke Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 • 14:45:06 WIB
Token Listrik Rp200.000 Tak Sepenuhnya Jadi kWh, PLN Edukasi Komponen Tagihan ke Masyarakat
PLN jelaskan komponen biaya dalam token listrik Rp200.000 kepada pelanggan di Jambi.

JAMBI — PLN UID Sulselrabar menyadari masih banyak pelanggan yang bingung saat tagihan listrik membengkak atau token cepat habis. Padahal, pola konsumsi harian dan komponen biaya daerah ikut menentukan jumlah akhir yang harus dibayar.

Bukan karena Tarif Naik, Tapi Konsumsi dan Pajak Daerah

Edyansyah menjelaskan, tarif listrik untuk rumah tangga memang tidak berubah sejak pertengahan 2022. Jika ada selisih tagihan, penyebabnya ada di dua hal: pertama, perubahan kebiasaan penggunaan listrik (misal: pemakaian AC lebih lama); kedua, komponen biaya lain seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu Tenaga Listrik (PBJT-TL) yang besarannya berbeda di tiap kabupaten/kota.

"PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah," ujar Edyansyah dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Ilustrasi Token Rp200.000: Rp20.000 Lebih untuk Pajak

Untuk memperjelas, PLN memberi contoh pelanggan daya 2.200 VA di Makassar yang membeli token Rp200.000. Uang itu tidak seluruhnya menjadi listrik. Setelah dipotong biaya admin Rp3.000 dan PBJT-TL Makassar sebesar 10 persen, sisa uang yang dikonversi menjadi energi listrik hanya Rp179.091.

Dengan tarif Rp1.444,70 per kWh, pelanggan hanya mendapatkan sekitar 123,96 kWh. Sisanya sekitar Rp20.909 telah dialokasikan untuk pajak daerah dan biaya admin. Pola yang sama berlaku untuk pelanggan pascabayar, di mana total tagihan dihitung dari pemakaian kWh ditambah PBJT-TL, materai, dan PPN untuk golongan tertentu.

Kontrol Tagihan Lewat PLN Mobile

PLN mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau histori pemakaian dan riwayat pembelian token. Khusus pengguna pascabayar, fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) memungkinkan mereka memotret sendiri angka meteran dan mengirimkannya ke PLN.

"Fitur ini membantu pelanggan memantau kesesuaian pemakaian listrik secara lebih transparan," kata Edyansyah. Dengan pemahaman komponen tagihan dan pola konsumsi, pelanggan diharapkan bisa mengatur pemakaian listrik lebih bijak tanpa harus kaget saat tagihan datang.

Bagikan
Sumber: portalmedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks