BUNGO — Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bungo dalam sepekan terakhir kian meluas. Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau titik-titik terdampak pada Jumat (15/05/2026). Ia mendatangi Kampung Lubuk Tenam, Pondok Pesantren Hijratul Khair di Kelurahan Manggis, dan Dusun Purwo Bhakti, Kecamatan Bathin III.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi warga sekaligus melihat langsung tingkat kerusakan yang terjadi. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat penanganan selama masa darurat ini,” ujar Tri Wahyu Hidayat di sela kunjungannya.
Tiga Korban Jiwa dan Ribuan Rumah Terendam
Dari data sementara BPBD, dua warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di wilayah perbukitan. Satu korban lainnya diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat banjir merendam permukiman. Aktivitas masyarakat di sembilan kecamatan lumpuh total karena debit air yang masih tinggi dan akses jalan yang terputus.
Selain permukiman, fasilitas umum dan lahan pertanian ikut terendam. Beberapa titik masih sulit dijangkau kendaraan roda empat karena genangan mencapai satu meter lebih.
Dapur Umum dan Tenda Pengungsian Didirikan
Sebagai respons darurat, Pemkab Bungo telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian dan mengoperasikan dapur umum di beberapa titik strategis. Fasilitas ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik sekaligus menjadi tempat perlindungan sementara bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup didampingi Kepala BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo serta Camat Bathin III. Mereka memetakan kondisi lapangan dan mendata kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Waspada Banjir Susulan dan Korsleting Listrik
Pemerintah daerah mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Intensitas hujan yang masih fluktuatif dinilai berpotensi memicu banjir lanjutan maupun longsor baru. Risiko korsleting listrik di wilayah yang masih tergenang air juga menjadi perhatian serius.
“Kami imbau warga yang masih bertahan di rumah untuk segera mengungsi jika ketinggian air terus naik. Jangan menunggu hingga situasi darurat,” tambah Tri Wahyu Hidayat.