JAMBI — Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Husein Sastranegara (Bandung) resmi dibuka kembali. Status ini berlaku setelah AirNav Indonesia menerbitkan Notam dengan keterangan resumed operations pada pukul 00.30 WIB, Selasa (8/9).
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, memastikan seluruh fasilitas sisi udara dan sisi darat di tiga bandara siap melayani kembali. "Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya dalam keterangan resmi.
Pembukaan tidak serta-merta dilakukan. InJourney Airports menjalankan prosedur standar lebih dulu, termasuk pembersihan abu vulkanik di area apron, taxiway, dan runway. Setelah itu, dilakukan uji kekesatan di landasan pacu untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Ketiga bandara mendapat status operasional dengan selisih waktu tipis. Soekarno-Hatta mulai beroperasi pukul 00.30 WIB, disusul Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB, dan Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan pemulihan dilakukan secara terukur. Penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM) menjadi strategi utama mengendalikan arus lalu lintas penerbangan di fase awal recovery.
"Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," terang Heru.
Pengaturan arus penerbangan ini juga mempertimbangkan kebutuhan mempercepat keberangkatan pesawat yang sempat terdampak, serta mengembalikan kapasitas apron secara perlahan. Manajemen bandara pun telah berkoordinasi dengan operator transportasi publik untuk memastikan armada pendukung mobilitas penumpang dari dan ke bandara tersedia.
Meski bandara telah beroperasi, jadwal penerbangan masih berpotensi mengalami penyesuaian. InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk aktif memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Penutupan sementara tiga bandara ini merupakan dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu jarak pandang dan keselamatan penerbangan. Kini, dengan status yang telah pulih, operasional diharapkan segera normal kembali secara menyeluruh.