JAMBI — Taman Wisata Alam Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menerima kunjungan wisatawan mulai Senin (28/9) setelah ditutup sementara akibat kebakaran hutan dan lahan. Pembukaan dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur setelah jalur pendakian dipastikan aman dilewati. Tiket tidak dijual di lokasi, pengunjung wajib memesan daring lewat situs resmi ayoketamannasional.kehutanan.go.id.
Penutupan kawasan berlangsung sejak Jumat (4/9), ketika karhutla meluas dan angin kencang menerpa area sekitar jalur pendakian. Proses penanganan darurat baru dinyatakan selesai, dan tim lapangan memastikan jalur 100 persen aman sebelum kunjungan dibuka kembali.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Noviani Utami menyebut pembukaan ini menyasar lebih dari sekadar wisata.
"Kunjungan resmi dibuka kembali untuk wisata alam, pendakian, penelitian, hingga kegiatan pendidikan untuk umum," ujar Novi, melansir detiktravel.
Dampak Ekonomi Warga Sekitar Jadi Pertimbangan
Pembukaan kembali TWA Kawah Ijen turut mempertimbangkan roda ekonomi warga lokal yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan. Selama penutupan, aktivitas jasa pemandu, penyewaan perlengkapan, hingga warung di sekitar kawasan ikut terhenti.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu tujuan pendakian unggulan di Jawa Timur, dengan daya tarik utama kawah asam terbesar di dunia dan fenomena blue fire yang hanya terlihat pada dini hari. Puncak kunjungan biasanya terjadi pada musim kemarau, periode yang sama saat karhutla melanda awal September lalu.
Aturan Tiket dan Perlengkapan Pendakian
Pengunjung tidak bisa membeli tiket langsung di pintu masuk kawasan. Pemesanan wajib dilakukan secara daring melalui situs resmi ayoketamannasional.kehutanan.go.id sebelum keberangkatan.
Pendaki juga diminta membawa perlengkapan lengkap, terutama senter atau headlamp, masker, dan jaket tebal. Suhu di area kawah pada dini hari bisa sangat rendah, sementara jalur menuju puncak menanjak dan berdebu.
Etika Kunjungan yang Wajib Dipatuhi
Protokol kesehatan yang berlaku tetap harus diikuti selama berada di kawasan. Larangan paling tegas menyangkut sampah: pengunjung dilarang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalur pendakian.
Hal lain yang tak kalah penting, pengunjung dilarang melakukan tindakan apa pun yang berpotensi memicu kebakaran hutan susulan. Kawasan sekitar Ijen menyimpan material vulkanik dan vegetasi kering yang mudah terbakar, terutama saat angin kencang.
Waktu Terbaik Berkunjung
Pendakian menuju kawah umumnya dimulai tengah malam agar wisatawan tiba di puncak sebelum matahari terbit. Blue fire hanya bisa disaksikan pada kondisi gelap, sehingga waktu start menjadi kunci pengalaman.
Untuk informasi terkini soal jam buka, kuota harian, dan status jalur, wisatawan disarankan mengonfirmasi langsung ke BBKSDA Jawa Timur atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.
Durasi ideal kunjungan Kawah Ijen berkisar satu malam penuh, mulai dari pendakian dini hari hingga turun kembali pada pagi hari. Siapkan fisik, perlengkapan hangat, dan tiket daring jauh hari agar perjalanan tidak terhambat aturan baru pasca-karhutla.