TANJUNG JABUNG TIMUR — Petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Wira Karya Sakti (WKS) dikerahkan ke lokasi sejak laporan awal diterima. Sebanyak 218 personel terlibat dalam operasi pemadaman yang berlangsung hampir sepekan penuh tersebut.
Kepala Manggala Agni Kemenhut/Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengonfirmasi pemadaman dinyatakan tuntas pada Rabu, 2 September, pukul 17.20 WIB. Titik api pertama kali terpantau melalui patroli udara dan drone milik PT WKS pada Kamis pekan lalu.
Tim Manggala Agni Bukit Tempurung yang baru saja menuntaskan pemadaman di Desa Pandan Sejahtera langsung digeser ke HLG Londerang. Satu tim tambahan dari Daops Kota Jambi kemudian dikerahkan untuk memperkuat operasi di lapangan.
"Pemadaman dinyatakan tuntas pada Rabu, 2 September, pukul 17.20 WIB," kata Sandy Prabowo, Kamis (3/9/2026).
Petugas sempat kesulitan mendapatkan sumber air untuk menyiram titik api di lahan gambut. Pada hari pertama, alat berat milik PT WKS diterjunkan untuk membuat embung sebagai cadangan air.
Pada hari kedua pemadaman, intake air dari kanal batas PT WKS dialirkan masuk untuk mengisi kanal di kawasan HLG Londerang. Cara ini terbukti efektif mempercepat proses pendinginan lahan gambut yang terbakar.
Estimasi sementara menunjukkan total lahan yang terbakar mencapai 86 hektare. Angka tersebut masih bisa berubah karena Tim Kemenhut tengah melakukan digitasi menggunakan analisis citra satelit untuk menghitung luas pasti.
"Estimasi luasan sementara ±86 hektare. Hitungan luas pasti dengan menggunakan analisis citra satelit belum, saat ini sedang dilaksanakan digitasi oleh Tim Kemenhut," ujar Sandy.
HLG Londerang membentang di dua kabupaten, yaitu Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi. Kawasan ini memiliki kedalaman gambut berkisar 3-6 meter yang menyimpan berbagai flora, fauna, mikroorganisme, termasuk beragam jenis makrofungi.
Luas kawasan mencapai 12.484 hektare, menjadikannya salah satu kantong gambut penting di Provinsi Jambi yang rawan terbakar saat musim kemarau. Proses restorasi dan pemantauan pascakebakaran menjadi perhatian berikutnya bagi otoritas terkait.