TEBO — BKSDA Jambi menjamin kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, tidak mengganggu pergerakan gajah sumatra. Berdasarkan pemantauan alat pelacak GPS collar yang terpasang pada kelompok gajah, lokasi satwa itu berada jauh dari titik api.
“Kebakaran di wilayah Semambu, Kecamatan Sumay, memang di jalur gajah, posisinya di bawah (dekat) jalur gajah. Posisi (gajah) aman,” kata Martialias di Tebo, Kamis.
Kebakaran lahan dilaporkan mulai terjadi sejak Rabu (2/9) petang. Titik api berada di area penggunaan lain (APL) atau sekitar tiga kilometer dari kawasan inti.
Lokasi terdampak dipastikan berada di luar kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Area tersebut masuk dalam wilayah penyangga di dekat perusahaan pemegang hak konsesi PT LAJ dan PT PAL.
Pihaknya secara berkala memantau pergerakan gajah liar dan terus berkomunikasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan keamanan satwa tersebut.
“Setiap waktu kita selalu cek posisi gajah di mana, posisi titik panas di mana. Saya belum pastikan komoditas (tanaman) yang terbakar ya, tapi itu di APL, saya pastikan di APL,” tutupnya.
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko sebelumnya menyebut, hasil pemetaan mengidentifikasi lima kelompok besar gajah betina di wilayah tersebut. Seluruh kelompok telah dipasangi kalung pelacak GPS di wilayah populasi gajah sumatra bentang alam Bukit Tigapuluh.
Pemasangan alat pelacak itu bertujuan memudahkan petugas memonitor pergerakan satwa secara waktu terkini (real-time). Diperkirakan terdapat 120 populasi gajah yang menghuni bentang alam Bukit Tigapuluh.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BPBD, petugas konservasi, dan pihak perusahaan masih berupaya memadamkan api di lokasi kebakaran.