JAMBI — Setiap hari, anak-anak sering kali lebih memilih jajanan renyah daripada menu sehat di piringnya. Padahal asupan zat besi sangat penting untuk konsentrasi, energi, dan daya tahan tubuh. Keripik hati ayam dari Popiyo bisa menjadi jawaban untuk tetap memberi camilan yang memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus mengorbankan rasa.
Di balik kemasan Popiyo, ada cerita personal yang dekat dengan keseharian banyak ibu. Pemiliknya merasa khawatir lantaran sang anak lebih sering mengonsumsi jajanan yang proses pembuatannya kurang alami. Kekhawatiran itu bertambah saat anak mudah sakit dan butuh asupan nutrisi tambahan, terutama zat besi.
Ketimbang terus memberikan makanan olahan yang minim gizi, Bunda ini mulai mengolah camilan sederhana dari bahan-bahan alami. Awalnya, keripik hati ayam tersebut hanya dibuat untuk konsumsi keluarga sendiri. Tidak ada niat untuk memulai bisnis—sampai orang-orang terdekat yang mencobanya merasa suka dan mulai meminta dibuatkan lagi.
Permintaan demi permintaan itulah yang akhirnya mendorong lahirnya Popiyo sebagai merek camilan sehat rumahan.
Selain resep, nama produk ini juga lahir dari momen keluarga yang hangat. "Popiyo" terinspirasi dari celotehan anak pemiliknya yang sejak awal menjadi sumber utama inspirasi pembuatan produk ini.
Jadi, nama Popiyo tidak sekadar merek dagang. Ada cerita tentang perjuangan seorang ibu, harapan untuk memberi yang terbaik bagi anak, dan semangat untuk menawarkan camilan yang memperhatikan rasa sekaligus kandungan nutrisi.
Popiyo dibuat dengan pendekatan yang fokus pada penggunaan bahan-bahan alami. Beberapa karakteristik utama produk ini meliputi:
Hati ayam dipilih sebagai bahan utama karena dikenal sebagai salah satu sumber zat besi dan protein alami. Popiyo kemudian mengolahnya menjadi keripik yang renyah dan menarik, sehingga anak-anak bisa mendapat manfaat gizi hati ayam tanpa kesulitan menghabiskannya.
Camilan ini bisa dikonsumsi oleh anak mulai usia 1 tahun ke atas, dengan catatan tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan masing-masing. Konsep ini menawarkan cara lebih mudah bagi orang tua untuk melengkapi kebutuhan zat besi anak lewat camilan, bukan hanya makanan utama.
Perjalanan Popiyo berkembang secara bertahap dan organik. Awalnya hanya dikenal dari rekomendasi keluarga dan tetangga. Seiring naiknya permintaan, Popiyo mulai memperluas distribusi dan kini sudah tersedia di berbagai toko yang dekat dengan keluarga dan kebutuhan anak.
Tak berhenti di produk, Popiyo juga aktif membangun hubungan dengan komunitas dan tempat yang memiliki ekosistem keluarga. Beberapa kolaborasi telah dilakukan bersama komunitas parenting, tempat aktivitas anak, hingga institusi yang peduli pada tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah kerja sama dengan HaiBunda untuk semakin mendekatkan produk ini pada para orang tua.
Memilih camilan sehat memang butuh usaha ekstra, tapi bukan berarti harus membatasi kesenangan anak. Popiyo memberikan pilihan yang praktis dan tetap kaya manfaat—menjadikan camilan sebagai bagian dari dukungan harian untuk tumbuh kembang anak.