Bantuan PMT untuk Ibu Hamil dan Balita Stunting di Sorong: Apa Saja Isinya?

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 01 September 2026 | 12:09:31 WIB
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, meninjau pembagian bantuan Pangan Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita stunting di halaman SMP Negeri 2 Kota Sorong.

Kenapa PMT Ini Penting untuk Balita dan Ibu Hamil?

JAMBI — Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengungkapkan angka stunting di Distrik Sorong Barat mencapai 26 persen. Angka ini tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

“Untuk menyikapi dan melihat kasus stunting yang cukup tinggi di tiga posyandu yang ada di Kelurahan Pal Putih, maka Kelurahan Pal Putih setelah menerima bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Kota, kemudian mereka melakukan kegiatan pembagian makanan tambahan kepada bayi balita stunting atau bayi balita yang mengalami kekurangan gizi serta ibu hamil,” jelas Jemima.

Artinya, bantuan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan tumbuh kembang si kecil tetap optimal di masa emas pertumbuhannya.

Apa Saja Isi Bantuan PMT dari Pemerintah?

Bantuan yang dibagikan di halaman SMP Negeri 2 Kota Sorong ini berisi aneka makanan bergizi. Ibu-ibu yang terdaftar menerima paket lengkap yang terdiri dari biskuit, susu, telur, sayur, buah, beras, dan daging ayam. Paket ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan protein dan vitamin harian keluarga, terutama bagi ibu hamil dan balita yang sedang dalam masa pemulihan gizi.

Selain untuk keluarga yang membutuhkan, pada kesempatan yang sama pemerintah juga memberikan bantuan PMT untuk Rumah Pemulihan Gizi (RPG) setempat. Ini memastikan fasilitas kesehatan di lingkungan tersebut punya stok makanan tambahan yang cukup untuk menangani kasus gizi buruk.

Pesan Penting untuk Ibu-ibu di Rumah

Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, turut hadir dan mengapresiasi kerja keras pihak kelurahan. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah nyata menyongsong visi Indonesia Emas 2045, di mana anak-anak tumbuh sehat dan bebas dari stunting.

Jemima juga menitipkan pesan penting bagi para ibu penerima bantuan. Ia mengingatkan agar paket makanan yang dibawa pulang tidak dihabiskan untuk konsumsi seluruh anggota keluarga sekaligus.

“Bantuan ini jangan pulang langsung dimasak untuk makan keluarga, tapi bagaimana digunakan untuk pemenuhan gizi ibu dan balita di rumah,” tegasnya.

Jadi, pastikan biskuit, susu, dan telur tersebut dikonsumsi secara khusus oleh si kecil dan ibu hamil. Fokuskan asupan ini untuk memperbaiki status gizi balita agar tumbuh lebih optimal, tidak mudah sakit, dan perkembangannya sesuai dengan usianya.

Semoga langkah pemerintah daerah ini bisa menjadi contoh baik untuk daerah lain dalam menekan angka stunting di Indonesia. Untuk ibu di Pal Putih, manfaatkan bantuan ini sebaik mungkin demi masa depan anak yang lebih sehat, ya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top