JAMBI — Tablet ini resmi meluncur di Indonesia pada awal 2025, dan kami sudah menjajalnya selama beberapa hari untuk kebutuhan kerja hybrid — mulai dari meeting online, mencatat, sampai editing dokumen. Perlu dicatat, artikel ini adalah hands-on awal, jadi belum bisa memberikan verdict jangka panjang.
Panel 12,1 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel menghasilkan ketajaman teks yang baik saat membaca PDF atau spreadsheet. Refresh rate 90Hz membuat scrolling terasa halus, meski bukan kelas 120Hz. Cakupan warna 96% DCI-P3 cukup untuk editing foto ringan, dan kecerahan puncak 800 nits memastikan layar tetap terbaca saat dipakai di bawah sinar matahari — ini nilai jual utama dibanding tablet sekelas yang rata-rata 400-500 nits.
Bodi dengan ketebalan 6,29 mm dan bobot 530 gram terasa ringkas untuk layar sebesar itu. Kami bisa memegangnya lama tanpa pegal saat meeting online, meski bezel bawahnya agak tebal — bukan masalah besar untuk penggunaan produktivitas.
Chipset Dimensity 6400 yang dipadukan RAM 8GB mampu membuka 5-6 aplikasi sekaligus tanpa hambatan berarti. Google Meet, Docs, dan Chrome berjalan mulus. Namun jangan harap bisa main game kelas berat seperti Genshin Impact di setting tinggi — chipset ini kelas menengah, lebih cocok untuk aktivitas kerja dan hiburan ringan.
Storage internal 128GB atau 256GB bisa diperluas hingga 2TB via microSD, jadi lega untuk menyimpan file kuliah atau proyek desain. Slot kartu berada di sisi kiri, perlu SIM ejector untuk membukanya — sedikit merepotkan jika sering gonta-ganti kartu.
Dalam pengujian pemakaian campuran (meeting 2 jam, browsing 3 jam, menonton video 1,5 jam), baterai turun dari 100% ke 47% dalam satu hari kerja. Artinya bisa bertahan sekitar 10-12 jam pemakaian normal — cukup untuk jam kerja standar. Fast charging 45W mengisi dari 0 ke 50% dalam 35 menit, tapi untuk penuh butuh sekitar 1 jam 40 menit. Di kelas harga ini, ada kompetitor dengan 67W atau lebih, jadi angka ini bukan yang tercepat.
Satu catatan: pengisian daya hanya bisa maksimal 45W jika menggunakan charger PD yang mendukung PPS. Charger bawaan di dus sudah kompatibel, tapi jika kamu memakai charger lama, kecepatan bisa turun drastis.
Lenovo menyematkan Lenovo AI Notes yang merapikan tulisan tangan dan membuat rangkuman otomatis — fungsinya praktis untuk pelajar yang sering mencatat rapat. Ada juga Google Gemini AI yang terintegrasi di sistem, bisa digunakan untuk merangkum dokumen atau mencari referensi langsung dari split-screen. Circle to Search dengan Google bekerja mulus di layar besar; cukup lingkari teks di aplikasi apa pun, langsung muncul hasil pencarian atau terjemahan.
Bundling aksesori jadi nilai tambah: varian tertentu sudah termasuk Lenovo Tab Pen dan Folio Keyboard. Keyboard-nya nyaman untuk mengetik karena ada travel key yang cukup, tapi trackpad-nya mungil — bisa adaptasi dalam beberapa hari. Pen support-nya juga aktif, cocok untuk menggambar sketsa atau menulis tangan.
Lenovo Idea Tab Plus tersedia dalam tiga warna: Luna Grey, Cloud Grey, dan Sand Rose. Paket penjualan sudah termasuk aksesori produktivitas. Berikut harga resminya:
Semua unit mendapat garansi resmi Lenovo Indonesia 1 tahun carry-in service. Ketersediaan bisa dicek di toko resmi online atau offline Lenovo.
Lenovo Idea Tab Plus menawarkan paket lengkap: layar besar cerah, baterai awet, dan aksesori yang menunjang kerja. Dengan harga mulai Rp 4,5 jutaan, tablet ini bersaing langsung dengan Xiaomi Pad 6 yang menawarkan chipset Snapdragon 870 lebih kencang, tapi Xiaomi tidak dibundling dengan keyboard dan pen.
Jadi, siapa yang sebaiknya membeli? Jika prioritasmu adalah mencatat, meeting online, dan membaca dokumen — Lenovo Idea Tab Plus worth it. Namun jika kamu butuh performa lebih untuk gaming atau editing video berat, sebaiknya cari tablet dengan chipset kelas atas. Ini adalah kesan awal; pengujian jangka panjang akan kami lakukan untuk melihat durabilitas baterai dan performa AI-nya.