IHSG Dibuka Menguat 13,97 Poin ke 6.535, LQ45 Ikut Naik 0,31 Persen

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:24:32 WIB
IHSG dibuka menguat 13,97 poin ke level 6.535,72 pada perdagangan Jumat pagi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi, naik 13,97 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.535,72. Penguatan ini seiring dengan indeks LQ45 yang juga mencatatkan kenaikan.

JAKARTA — IHSG BEI mengawali perdagangan Jumat pagi dengan tren positif. Indeks acuan pasar modal Tanah Air itu bertengger di level 6.535,72 setelah dibuka menguat 13,97 poin.

Penguatan IHSG ini berjalan beriringan dengan kinerja kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45. LQ45 tercatat naik 1,99 poin atau 0,31 persen ke posisi 643,06.

Sentimen Pasar Masih Fluktuatif

Pergerakan di awal sesi ini masih menunjukkan sentimen pelaku pasar yang fluktuatif. Meski dibuka di zona hijau, laju indeks kerap berubah arah seiring dengan rotasi investor pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Data perdagangan menunjukkan investor mulai melakukan akumulasi beli pada saham-saham unggulan. Kondisi ini menjadi penopang utama penguatan IHSG pada sesi pembukaan.

Level 6.535 Jadi Titik Krusial Perdagangan

Level 6.535 menjadi area yang krusial untuk dijaga pada perdagangan hari ini. Para analis menilai, jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan lanjutan menuju resistance berikutnya akan semakin terbuka.

Sebaliknya, tekanan jual yang muncul tiba-tiba bisa membuat indeks kembali menguji level support psikologis di kisaran 6.500. Pelaku pasar pun tampak cermat memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran dana asing.

Hingga berita ini diturunkan, laju IHSG masih berfluktuasi di sekitar level pembukaannya. Transaksi berjalan normal dengan partisipasi investor yang cukup aktif di pasar reguler.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top