Pemkot Jambi Raih Penghargaan Nasional Lewat Program Kampung Bahagia, Warga Jadi Aktor Utama Pembangunan

Penulis: Rizal Hamdani  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:43:01 WIB
Wali Kota Jambi Maulana menerima penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 untuk kategori Inovasi Daerah di Jakarta.

JAKARTA — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menghadirkan inovasi pembangunan berbasis komunitas mendapat pengakuan di tingkat nasional. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dinobatkan sebagai penerima penghargaan pada ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 yang diselenggarakan iNews Media Group.

Penghargaan kategori Inovasi Daerah itu diberikan langsung kepada Maulana dalam Malam Apresiasi Pemimpin Daerah Awards 2026 di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta. Ajang ini merupakan bentuk apresiasi bagi para kepala daerah yang dinilai memiliki kepemimpinan inspiratif dan karya nyata bagi pembangunan daerah.

Maulana bersyukur atas penghargaan yang diterima. Ia menyebut capaian ini merupakan dedikasi untuk masyarakat Kota Jambi, sekaligus apresiasi terhadap kerja bersama seluruh elemen kota.

Kampung Bahagia: Pembangunan dari Bawah, Digerakkan Warga

Program Kampung Bahagia menjadi andalan Pemkot Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza. Model pembangunan ini menempatkan masyarakat dan Ketua RT sebagai aktor utama, bukan sekadar objek pembangunan.

Melalui program tersebut, pembangunan tidak lagi berjalan dari atas ke bawah. Setiap lingkungan merancang kebutuhannya sendiri melalui musyawarah dan partisipasi warga, mencakup infrastruktur, sosial kemasyarakatan, kebersihan, hingga penguatan ekonomi.

Dana Stimulus RT: Besaran Disesuaikan Jumlah Kepala Keluarga

Pemkot Jambi memberikan dukungan dana stimulus kepada RT dengan skema yang disesuaikan jumlah kepala keluarga (KK) di masing-masing lingkungan. Skema tersebut terbagi dalam kategori kecil, sedang, dan besar agar alokasi anggaran tepat sasaran.

“Pelaksanaan pembangunannya, baik itu bidang infrastruktur, sosial kemasyarakatan, kebersihan lingkungan melalui OPBM, ekonomi dan lainnya, kita serahkan langsung kepada masyarakat. Pelaksanaannya dilakukan secara bergotong royong dan sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing,” jelas Maulana.

Warga Tidak Lagi Jadi Penonton

Maulana menilai pola partisipatif ini menjadi kekuatan utama Kampung Bahagia. Masyarakat terlibat sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan, sehingga hasilnya benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Penghargaan ini sekaligus menempatkan Kota Jambi sejajar dengan sejumlah daerah lain yang juga menerima penghargaan serupa, seperti Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Kota Medan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top