RI Pilih Phase Down PLTU Batu Bara, Pengamat: Jangan Lompat ke CCS Dulu

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:51:01 WIB
Pemerintah memilih phase down PLTU batu bara dengan mengandalkan teknologi CCS/CCUS untuk menekan emisi.

JAMBI — Alih-alih mematikan pembangkit fosil, pemerintah justru mengandalkan teknologi CCS/CCUS untuk menekan emisi dari PLTU batu bara yang masih mendominasi sistem kelistrikan nasional. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo bahkan menyebut teknologi ini mampu memperpanjang usia industri batu bara dalam negeri.

"Artinya, industri batu bara kita masih memiliki masa depan yang cukup panjang, bahwa kita sebenarnya dapat mempertahankan pembangkit listrik batu bara kita. Ini bukanlah sesuatu yang bertentangan, ini saling melengkapi," ujar Hashim dalam sambutannya di The 4th International & Indonesia CCS Forum 2026.

Efisiensi Energi Lebih Masuk Akal daripada CCS

Pandangan berbeda disampaikan Associate Principal Energy Shift Institute Ahmad Zuhdi. Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk menerapkan CCS/CCUS dalam skala besar masih jauh dari cukup. Ia justru menyoroti tahapan sederhana yang kerap terlewat sebelum melompat ke teknologi mahal tersebut.

"Mau berapa banyak CCS/CCUS?" kata Zuhdi dalam diskusi yang sama. Ia mencontohkan kebijakan efisiensi energi seperti mematikan lampu di siang hari yang bisa dilakukan pelaku industri tanpa perlu investasi besar.

"Banyak tahap yang sebenarnya bisa kita lakukan, selama kita tidak mencoba leapfrogging (lompat ke sistem lebih canggih) ke sesuatu yang sebenarnya kita enggak bisa," tegasnya.

Jalur Elektrifikasi sebelum Teknologi Canggih

Zuhdi juga menyoroti masih banyaknya pabrik yang menggunakan gas untuk kebutuhan panas, padahal elektrifikasi bisa menjadi opsi yang lebih bersih. Ia menilai jalur elektrifikasi ini merupakan pijakan logis sebelum Indonesia mempertimbangkan opsi energi surya, hidro, hingga CCS/CCUS.

"Masih banyak pabrik-pabrik yang pakai gas untuk mendapatkan panasnya, alih-alih elektrifikasi. Ketika itu semua sudah dilakukan, boleh kita lihat teknologi ada solar, hidro, CCS/CCUS," ujarnya.

Komitmen Net Zero 2060 Tanpa Mengorbankan Ekonomi

Hashim menegaskan pemerintah berkomitmen mencapai emisi nol bersih pada 2060, tetapi tidak ingin target tersebut menghambat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pemanfaatan seluruh sumber daya alam, termasuk fosil, adalah jalan tengah yang realistis.

"Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan semua sumber daya alam yang kita miliki, termasuk bahan bakar fosil dan sumber energi," kata Hashim.

Ia menilai penggunaan energi fosil tidak bertentangan dengan upaya penurunan emisi gas rumah kaca selama didukung teknologi CCS/CCUS. Teknologi ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan energi domestik dengan target iklim global.

Perdebatan ini muncul di tengah transisi energi global yang semakin mendesak. Indonesia, yang bergantung pada batu bara untuk memenuhi kebutuhan listrik, berada di posisi dilematis antara menjaga pasokan energi murah dan memenuhi komitmen iklim internasional. Pilihan pemerintah untuk phase down alih-alih phase out menandakan pragmatisme, namun para pengamat mengingatkan bahwa teknologi penyelamat pun tak bisa diadopsi tanpa kesiapan fundamental.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top