BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur menerima bantuan 180 unit perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dari SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd untuk memperkuat keselamatan personel di lapangan. Bantuan ini diserahkan di Kantor BPBD Tanjabtim di Muara Sabak, Kamis, di tengah luas lahan terbakar yang mencapai 115 hektare.
MUARA SABAK — BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapatkan suntikan logistik baru di tengah musim kemarau. Sebanyak 180 unit perlengkapan lapangan dan APD resmi diserahkan SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd, Kamis, untuk mendukung operasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini terkendala medan gambut dalam.
Bantuan tersebut terdiri dari 60 unit baju safety wearpack, 30 unit sepatu safety, 30 unit topi rimba, serta 30 unit baju kaos lapangan. Selain itu, BPBD Tanjab Timur juga menerima 60 unit baliho sosialisasi yang sudah termasuk biaya pemasangan hingga ke tingkat desa.
Kepala Bidang Bina Program BPBD Tanjung Jabung Timur, Hendra Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PetroChina. Menurutnya, bantuan ini sangat menunjang operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan.
"Pimpinan kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik bantuan yang diberikan PetroChina kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, bantuan sangat mendukung operasional tenaga pemadam kebakaran di lapangan," kata Hendra.
Wilayah Tanjab Timur didominasi lahan gambut dalam yang menyimpan bahaya tersembunyi. Kepulan asap pekat dan bara bawah tanah yang sulit terdeteksi menjadi risiko besar bagi keselamatan personel garda terdepan saat proses pemadaman berlangsung.
Data pemantauan karhutla di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat luas lahan terbakar sudah mencapai 115 hektare dari total 57 titik kejadian kebakaran. Pantauan hotspot di wilayah tersebut mencapai 137 titik.
CSR & Comdev Supervisor PetroChina International Jabung Ltd, M Yuda Ramdani, menjelaskan langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung kesiapsiagaan personel pemadam menghadapi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung lama.
Hendra menambahkan, PetroChina selama ini konsisten hadir mendukung program pencegahan bencana BPBD Tanjung Jabung Timur. Berbagai kolaborasi telah dilakukan, mencakup pembentukan desa tangguh bencana, program pemberdayaan masyarakat, hingga pelatihan penanggulangan karhutla bagi warga sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan pembiayaan pemasangan media edukasi dinilai sangat membantu instansi dalam memasifkan pesan peringatan dini hingga ke pelosok wilayah yang rawan terjadi pembersihan lahan secara ilegal.
"Bantuan ini akan dipakai untuk tim reaksi cepat di lapangan dalam melakukan pemadaman," ungkapnya.
Dengan tambahan perlengkapan siap pakai dan fasilitas edukasi hulu ini, BPBD Tanjab Timur optimistis tingkat kesiapsiagaan personel dalam memantau serta menjinakkan titik panas akan berjalan lebih optimal. Sinergi solid bersama pelaku industri hulu migas ini diharapkan mampu menekan dampak buruk karhutla demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan daerah.