TEBO — Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekuk kualitas udara di Provinsi Jambi. Dua daerah, yakni Kabupaten Tebo dan Muarojambi, mencatatkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di atas angka 300 pada Rabu (26/8) sore, level yang masuk kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.
Di kawasan Muaratebo, angka ISPU terpantau mencapai 343. Partikel halus berukuran 2,5 mikrometer (PM2.5) menjadi polutan dominan yang terukur dalam pengawasan tersebut.
Angka tersebut jauh melampaui ambang batas normal dan masuk dalam kategori berbahaya. Pada level ini, paparan udara dapat memicu gangguan pernapasan akut, iritasi mata, dan memperburuk kondisi warga yang memiliki riwayat penyakit paru maupun jantung.
Kelompok anak-anak dan lansia menjadi yang paling rentan terdampak. Aktivitas di luar ruangan sangat tidak disarankan tanpa alat pelindung diri seperti masker N95.
Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, mengungkapkan bahwa kabut asap yang menyelimuti wilayahnya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik. Data terakhir mencatat setidaknya ada 78 titik api yang tersebar di Kabupaten Tebo.
Kondisi ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Pemkab Tebo terus memantau perkembangan ISPU secara berkala untuk menentukan langkah penanganan.
“Untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Tebo selalu memonitor setiap jam kondisi udara di Kabupaten Tebo, meski sebelumnya alat ISPU Tebo mengalami kerusakan,” ujar Agus, Rabu (26/8).
Langkah darurat tengah disiapkan untuk melindungi warga, khususnya pelajar. Pemkab Tebo akan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas kemungkinan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Nanti kita rapat sama Forkopimda, apakah akan diliburkan bagi anak-anak sekolah. Itu nanti keputusan rapat koordinasi,” kata Agus.
Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan hasil rapat dan perkembangan kualitas udara di lapangan. Jika ISPU tidak kunjung turun dalam beberapa hari ke depan, peliburan sekolah menjadi opsi paling realistis untuk mencegah gangguan kesehatan bagi pelajar.
Sementara itu, warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila terpaksa keluar. Dinas terkait juga diminta menyiapkan langkah mitigasi jangka pendek untuk menghadapi potensi memburuknya kondisi udara di wilayah Jambi.