Program Bedah Rumah Ditjenpas Jambi dan BAZNAS Resmi Serahkan Hunian Layak ke-7 di Tanjung Johor, Warga Binaan Ikut Terjun ke Lokasi

Penulis: Faisal Zuber  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:58:01 WIB
Kakanwil Ditjenpas Jambi menyerahkan kunci rumah hasil renovasi kepada pemilik rumah di Tanjung Johor, Kota Jambi, Rabu (26/8/26).

JAMBI — Rumah milik Ibu Mulyani di Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, kini berdiri lebih kokoh setelah melalui proses renovasi. Penyerahan kunci dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, pada Rabu (26/8/26). Peresmian ini menjadi yang ketujuh kalinya bagi program kolaborasi Lapas Jambi dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi.

Pasukan Merah Putih: 15 Hari Bekerja untuk Warga

Renovasi rumah tersebut tidak dikerjakan oleh kontraktor eksternal, melainkan oleh tujuh warga binaan yang tergabung dalam Pasukan Merah Putih. Selama 15 hari, mereka mengaplikasikan keterampilan yang didapat selama masa pembinaan untuk memperbaiki bangunan agar lebih sehat, aman, dan nyaman bagi penghuninya.

Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, menegaskan bahwa keterlibatan warga binaan adalah inti dari program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan pengabdian sosial.

“Program Bedah Rumah ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi positif. Keterampilan yang mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan dapat diaplikasikan melalui karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Syahroni Ali.

Sinergi Baznas dan Pemasyarakatan: Dari Dana Zakat Menjadi Karya Nyata

Dukungan penuh datang dari Kepala Baznas Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia menilai kolaborasi ini membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa diwujudkan lewat kerja bersama, bukan sekadar bantuan materiil.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Melalui sinergi antara Baznas dan Pemasyarakatan, bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi penerima manfaat, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkontribusi dan menunjukkan hasil pembinaannya kepada masyarakat,” katanya.

Makna di Balik Dinding yang Diperbaiki

Irwan Rahmat Gumilar menambahkan, pembinaan di lembaga pemasyarakatan harus berdampak nyata bagi lingkungan sekitar. Ia menyebut program ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya secara positif setelah melalui proses pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Pemasyarakatan memberikan dampak nyata. Warga binaan dibekali keterampilan, kemudian keterampilan tersebut diwujudkan melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Rumah ke-7 ini menjadi bukti bahwa Pasukan Merah Putih mampu berkarya dan berkontribusi secara positif,” ujar Irwan.

Paket Sembako dari Hasil Ketahanan Pangan Warga Binaan

Momen peresmian kian bermakna dengan pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari Baznas, tetapi juga dari hasil program pembinaan ketahanan pangan yang dijalankan warga binaan Lapas Jambi. Dengan begitu, hasil pembinaan kembali berputar untuk kesejahteraan masyarakat.

Rumah di Tanjung Johor ini bukan sekadar bangunan yang selesai direnovasi. Ia menjadi simbol bahwa pembinaan, kepedulian, dan gotong royong dapat dipertemukan untuk menghadirkan perubahan serta membuka ruang bagi warga binaan untuk kembali berguna bagi masyarakat.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top