Kabut Asap Jambi Makin Pekat, Gubernur Al Haris Imbau Warga Pakai Masker dan Waspadai ISPA

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:21:31 WIB
Gubernur Jambi Al Haris memimpin rapat koordinasi lintas instansi untuk menangani dampak kabut asap yang kian pekat di Jambi, Senin (24/8/2026).

JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang kian pekat. Dalam rapat koordinasi lintas instansi di Rumah Dinas Gubernur, Senin (24/8/2026), Al Haris menegaskan kondisi kualitas udara di daerahnya sudah tidak sehat dan berpotensi mengganggu kesehatan warga.

"Kondisi udara di Jambi tingkat pencemarannya sudah tidak baik. Kategorinya tidak sehat," kata Al Haris seusai pertemuan yang dihadiri BMKG, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, dan Dinas Kesehatan tersebut.

Masker Kembali Dianjurkan untuk Aktivitas Luar Ruangan

Al Haris meminta masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah untuk melindungi diri dengan masker. Imbauan ini menjadi langkah pertama yang disampaikan pemerintah untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

"Yang pertama, agar menggunakan masker manakala keluar rumah," ujarnya.

Selain memakai masker, warga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Aktivitas yang tidak terlalu mendesak diharapkan dapat dilakukan di dalam rumah.

Anak-Anak Menjadi Prioritas Perlindungan

Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yang rentan terhadap dampak polusi udara. Al Haris secara khusus meminta para orang tua untuk membatasi waktu bermain buah hatinya di luar rumah.

"Yang ketiga, mohon dijaga anak-anaknya agar tidak banyak berada di luar ruangan," katanya.

Langkah ini diambil untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap kelompok yang dinilai membutuhkan perlindungan ekstra selama kualitas udara belum pulih.

Sekolah Diminta Batasi Aktivitas Siswa di Luar Kelas

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turut bergerak dengan menyampaikan imbauan ke sekolah-sekolah sejak Senin pagi. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar My, meminta para siswa menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan.

"Secara lisan sudah kita sampaikan ke sekolah-sekolah sejak pagi tadi, kami imbau agar siswa menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan," kata Umar.

Kebijakan penghentian pembelajaran tatap muka atau peliburan sekolah belum diambil. Langkah yang sejauh ini disampaikan masih sebatas pembatasan aktivitas di luar kelas.

Waspadai Gejala ISPA, Segera Cari Pertolongan Medis

Salah satu risiko kesehatan yang menjadi sorotan utama adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Al Haris berharap tidak banyak warga yang terpapar penyakit ini di tengah kondisi udara yang memburuk.

"Kita berharap tidak banyak warga Jambi yang terpapar ISPA ketika kondisi udara yang sudah tidak sehat ini," ujarnya.

Pemprov Jambi meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mulai merasakan sesak napas diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, baik rumah sakit, puskesmas, maupun klinik.

"Manakala masyarakat yang merasakan gejala sesak napas, mohon segera membawanya ke rumah sakit ataupun tempat berobat yang terdekat, puskesmas dan klinik lainnya. Ini mohon dapat diindahkan," kata Al Haris.

Koordinasi Lintas Instansi dan Penanganan Karhutla

Pertemuan di Rumah Dinas Gubernur tersebut melibatkan sejumlah instansi dengan fungsi berbeda. BMKG memantau perkembangan cuaca, BPBD menyiapkan sistem penanganan bencana, Dinas Lingkungan Hidup memantau kualitas udara, Dinas Kehutanan mengawasi kondisi kawasan hutan, dan Dinas Kesehatan menyiapkan penanganan dampak kesehatan masyarakat.

Kondisi udara yang memburuk ini terjadi di tengah meningkatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Sebelumnya, Polda Jambi bersama TNI dan BPBD telah melakukan evaluasi penanganan karhutla. Polisi mencatat sudah terdapat tujuh perkara yang diproses dengan delapan tersangka terkait kebakaran lahan.

Pemantauan hotspot, pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum terus dilakukan. Kini dampak yang dirasakan masyarakat mulai bergeser pada persoalan kualitas udara dan kesehatan.

Pemerintah meminta warga tidak menunggu kondisi semakin memburuk. Pakai masker saat keluar rumah, kurangi aktivitas luar ruangan, batasi anak-anak bermain di luar, dan segera cari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambisatu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top