Musda IV Golkar Sungai Penuh: Ivan Wirata Minta Kader Tinggalkan Ego dan Targetkan Kemenangan di Pemilu 2029

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:04:01 WIB
Ivan Wirata membuka secara resmi Musda IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh pada 23 Agustus 2026.

SUNGAI PENUH — Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh. Pembukaan digelar pada 23 Agustus 2026 dan dihadiri seluruh pengurus serta kader dari berbagai tingkatan.

Dalam sambutannya, Ivan menegaskan bahwa Musda tidak boleh dimaknai sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momen ini harus menjadi titik tolak kebangkitan partai, terutama dalam menghadapi agenda politik ke depan.

"Setelah Musda ini selesai, kita tidak lagi berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang harus kita bicarakan adalah bagaimana Golkar menang, bagaimana Golkar hadir untuk rakyat, bagaimana Golkar membangun organisasi sampai ke akar rumput," tegas Ivan dalam keterangan yang diterima redaksi.

Pengurus Baru Wajib Teken Pakta Integritas dan Kerja 90 Hari

Ivan mengingatkan bahwa kepengurusan baru hasil Musda tidak boleh larut dalam perayaan. Ketua terpilih wajib menandatangani Pakta Integritas sesuai ketentuan organisasi sebagai komitmen menjaga soliditas dan membenahi administrasi partai.

Ia memberi tenggat 90 hari bagi pengurus baru untuk menunjukkan hasil kerja yang terukur. Sejumlah target yang diminta antara lain menyelesaikan pembagian tugas, mengaktifkan sekretariat, menuntaskan Muscam dan Muslur, menata basis data keanggotaan, hingga mengoperasikan Rumah Aspirasi.

"Jangan menunggu momentum pemilu untuk bergerak. Mesin partai harus bekerja mulai sekarang," ujarnya. Laporan perkembangan kepengurusan baru wajib disampaikan pada hari ke-30, ke-60, dan ke-90 kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jambi.

Menyiapkan Saksi TPS dan Kaderisasi Sejak Dini

Menghadapi kontestasi elektoral, Ivan mendorong DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh untuk memperkuat perangkat pemenangan jauh hari. Setiap TPS di kota tersebut ditargetkan memiliki minimal dua saksi yang telah didata, direkrut, dan dilatih sejak sekarang, bukan menjelang pemungutan suara.

Selain perangkat saksi, kaderisasi juga menjadi perhatian utama. Pendidikan politik, rekrutmen kader baru, pembinaan kader perempuan dan generasi muda, penguatan komunikasi digital, serta kegiatan sosial kemasyarakatan harus menjadi agenda rutin partai.

"Suara rakyat adalah amanah yang harus dijaga, dan kepercayaan rakyat adalah kehormatan yang harus dirawat," kata Ivan.

Aspirasi Warga Jadi Agenda Perjuangan Fraksi

Ivan juga menekankan pentingnya menerjemahkan aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan nyata. Sektor pelayanan publik, lapangan kerja, UMKM, pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga perlindungan sosial disebut sebagai prioritas yang harus diperjuangkan.

Ia meminta terbentuknya mata rantai perjuangan antara masyarakat, kader, dan Fraksi Partai Golkar. Masyarakat menyampaikan aspirasi, kader menyerap dan mengawal, lalu fraksi memperjuangkannya melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

"Fraksi Partai Golkar harus menjadi ujung tombak perjuangan kebijakan publik, kritis tetapi konstruktif, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok," tegasnya.

Target Politik Harus Jelas dan Terukur

Menutup sambutannya, Ivan meminta target politik Golkar Sungai Penuh disusun secara realistis. Target itu mencakup peningkatan perolehan suara, penguatan kursi legislatif, dan memenangkan agenda politik mendatang.

Strategi pemenangan, lanjutnya, harus disusun berdasarkan evaluasi hasil pemilu, pemetaan daerah pemilihan dan TPS, kekuatan kader, serta isu-isu yang berkembang di masyarakat. Rencana kerja tersebut wajib dievaluasi secara berkala.

"Tidak ada kemenangan tanpa konsolidasi. Tidak ada konsolidasi tanpa disiplin. Dan tidak ada organisasi yang kuat tanpa kepemimpinan yang solid serta mampu menggerakkan seluruh kader," jelas Ivan.

Ia mengingatkan seluruh kader untuk mengakhiri perbedaan pilihan setelah keputusan organisasi ditetapkan. Tidak boleh ada lagi sekat antara pihak yang menang maupun kalah dalam Musda kali ini.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top