Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi membentuk 34 kelompok masyarakat peduli api (MPA) yang disebar di 11 kawasan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) dan satu taman hutan raya (tahura) untuk melindungi kawasan hutan dari kebakaran. Kelompok ini berada di bawah kendali Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dan telah dibekali mesin pemadam portabel untuk pengendalian dini di tingkat tapak.
JAMBI — Puluhan kelompok masyarakat peduli api (MPA) kini disiagakan di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Mereka bertugas melakukan pemadaman sejak dini sebelum api membesar dan tak terkendali.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Andri Yushar Andria mengatakan kelompok-kelompok ini berada di bawah kendali Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Setiap kelompok telah dibekali mesin pemadam ukuran kecil atau portabel untuk operasional di lapangan.
Sebanyak 34 kelompok MPA tersebut disebar di 11 kawasan kesatuan pengelolaan hutan (KPH) dan satu taman hutan raya (tahura) yang ada di Jambi. Penempatan ini menyasar kawasan hutan yang dinilai rawan terdampak kebakaran.
"Tugas MPA itu untuk pengendalian dini, saat api masih kecil, kegiatannya di tingkat tapak di kawasan hutan," kata Andri di Jambi, Jumat.
Selain memadamkan api sejak awal, kelompok MPA juga bertugas melaporkan potensi titik api yang tidak terkendali dan berpotensi membesar kepada Satgas Karhutla. Langkah ini menjadi bagian dari sistem peringatan dini di lapangan.
Provinsi Jambi sendiri memiliki kawasan hutan seluas 2.124.352 hektare berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.6613/MenLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2021 yang ditetapkan 27 Oktober 2021.
Kawasan hutan di Jambi terbagi dalam lima skema pemanfaatan. Hutan produksi (HP) menjadi yang terluas dengan porsi 44,9 persen, disusul kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) sebesar 33 persen.
Skema lainnya meliputi hutan produksi terbatas (HPT) 12,4 persen, hutan lindung (HL) 8,5 persen, dan hutan produksi konversi (HPK) 0,5 persen.
Dengan luasnya kawasan hutan yang tersebar di berbagai wilayah, keberadaan kelompok MPA di tingkat tapak menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran meluas sebelum tim satgas tiba di lokasi.