Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Satgas Karhutla Jambi di Sarolangun, Tekankan Pencegahan Sebelum Api Meluas

Penulis: Rizal Hamdani  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:10:31 WIB
Brigjen TNI Nyamin memimpin rapat koordinasi Satgas Karhutla Provinsi Jambi di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (21/8/2026).

Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin memimpin rapat koordinasi Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (21/8/2026). Rakor ini digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau.

SAROLANGUN — Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Dansatgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi memimpin rapat koordinasi Tim Satgas Karhutla di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (21/8/2026). Rakor ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat saat musim kemarau.

Rapat dihadiri Bupati Sarolangun, Kapolres Sarolangun, Kejari Sarolangun, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kabupaten Sarolangun, Asisten Pemerintahan Pemkab Sarolangun, Kepala Pelaksana BPBD, serta Kepala Daops Manggala Agni.

Respons Cepat Jadi Kunci Utama Cegah Titik Api Meluas

Brigjen TNI Nyamin menegaskan pencegahan dan respons cepat merupakan kunci utama dalam penanganan karhutla. Setiap informasi titik panas harus segera diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti secara terpadu agar api tidak berkembang.

“Penanganan karhutla harus dilakukan bersama-sama. Jangan menunggu api membesar. Setiap potensi kebakaran harus segera ditangani dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada,” tegasnya.

Satgas juga membahas penguatan patroli dan pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, koordinasi antarlembaga, serta langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ancaman Ganda Karhutla: Kesehatan Masyarakat hingga Aktivitas Penerbangan

Danrem mengingatkan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya meluas ke kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, kualitas udara, hingga kelangsungan kehidupan sosial.

Asap pekat akibat karhutla berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan. Kualitas udara yang menurun juga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Seluruh unsur Satgas diminta meningkatkan kewaspadaan, mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran, melakukan pendinginan dan pemantauan pascapemadaman, serta memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Kolaborasi TNI-Polri-Pemda dan Masyarakat Jadi Kunci Penanganan Terpadu

Melalui rakor tersebut, Satgas Karhutla Provinsi Jambi menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

“Cegah sebelum meluas, tangani dengan cepat, dan lindungi masyarakat serta lingkungan,” tutupnya.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top