Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen di Jambi Berlangsung Tiga Hari, Pemkot Targetkan Perputaran Ekonomi UMKM

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:46:02 WIB
Ratusan layang-layang berwarna-warni memenuhi langit Lapangan Langit Biru, Jambi Timur, saat pembukaan Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen, Kamis (20/8/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen di Lapangan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur, selama tiga hari, mulai Kamis (20/8/2026). Kegiatan pembuka rangkaian HUT ke-81 RI ini diarahkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.

JAMBI — Ratusan layang-layang berwarna-warni menghiasi langit Kecamatan Jambi Timur sejak Kamis sore. Pemandangan itu menandai dibukanya Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen, acara yang diinisiasi Pemkot Jambi untuk merawat tradisi sekaligus menghidupkan denyut ekonomi warga.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka festival yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilihan dua elemen budaya ini bukan tanpa alasan.

Mengapa Layang-Layang dan Jajanan Bengen?

Menurut Diza, layang-layang dan jajanan bengen memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat Jambi. Keduanya bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan yang melekat dalam keseharian warga lintas generasi.

“Melalui permainan tradisional layang-layang dan lomba kuliner ini, kita diingatkan kembali pada permainan tradisional yang sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan dan kenangan bagi masyarakat Kota Jambi,” ujarnya di lokasi acara.

Kuliner bengen dihadirkan untuk memperkenalkan kembali cita rasa masa lalu kepada generasi muda. Pemkot menilai kuliner tradisional adalah identitas budaya yang harus terus hidup, bukan berhenti sebagai cerita lama.

Target Ekonomi dari Festival Budaya

Di balik kemeriahan festival, Pemkot Jambi memasang target ekonomi yang jelas. Kegiatan ini dirancang menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengrajin, hingga seniman lokal.

“Di balik penyelenggaraan festival ini ada pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas dan berbagai pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” ungkap Diza.

Stan-stan kuliner dan produk lokal di area Lapangan Langit Biru diharapkan mampu menarik minat pengunjung untuk berbelanja. Dengan begitu, festival tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan warga.

Komitmen "Kota Jambi Bahagia Berbudaya"

Penyelenggaraan festival ini merupakan implementasi dari visi pembangunan daerah. Diza menegaskan bahwa semangat acara ini sejalan dengan komitmen Kota Jambi Bahagia Berbudaya.

“Festival Jajanan Bengen menghadirkan kembali cita rasa warisan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas budaya Kota Jambi. Semangat inilah yang sejalan dengan komitmen Kota Jambi Bahagia Berbudaya,” katanya.

Pemkot berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan. Selain melestarikan warisan leluhur, acara ini juga menjadi etalase bagi potensi ekonomi kreatif yang dimiliki ibu kota provinsi Jambi.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top