JAMBI — Bocoran Grand Theft Auto 6 (GTA 6) kembali mengguncang komunitas gamer. Seseorang atau sekelompok orang dengan nama samaran "Cyberleek" mulai mengunggah klip permainan yang tampak asli pada 18 Agustus lalu, menampilkan karakter utama pria bernama Jason sedang bermain basket dan aksi kriminal di jalanan. Yang membuat heboh, klip-klip ini ditarik paksa dari media sosial atas klaim hak cipta oleh Take-Two dan Rockstar, menandakan keaslian materi tersebut.
Identitas Cyberleek masih misterius, tapi jejak digitalnya mulai terkuak. Penelusuran mengarah ke forum keamanan siber Jerman, szenebox.org, di mana pengguna dengan nama "Cyberleek" aktif pada 2018. Bukti arsip lainnya, yang dirangkum dalam halaman GitHub oleh developer Zyre, mengindikasikan pelaku kemungkinan adalah pria Jerman atau Swiss berusia 30-an.
Indikasi lain datang dari jam unggahan yang konsisten di pagi hari waktu Eropa. Situs web leaker beserta dua mirror-nya juga di-host oleh penyedia layanan asal Jerman. Spekulasi ini diperkuat dengan penggunaan istilah "living service" dalam manifesto mereka, yang terdengar seperti terjemahan mesin dari bahasa Jerman.
Cyberleek bukan sekadar pembocor. Mereka menerbitkan manifesto berisi keluhan soal praktik anti-konsumen di industri game, seperti lisensi yang dijual sebagai "pembelian" dan game yang dirilis dalam keadaan belum selesai. Tiga tuntutan utama mereka adalah pelarangan pre-order digital, pelarangan DLC yang sudah ada di file game dasar, dan kewajiban mode offline untuk komponen singleplayer.
Menariknya, leaker ini juga mempromosikan token kripto bernama $Cyberleek dengan kapitalisasi pasar US$1,1 juta. Pemegang token bisa memilih klip berikutnya yang akan dirilis melalui polling. Video keempat yang memperlihatkan tulisan "LEEK" di dinding dengan tembakan peluru adalah hasil dari voting tersebut. Dana dari token ini diklaim akan digunakan untuk "proyek rahasia".
Meski tidak jelas bagaimana akses didapat, klip yang bocor menunjukkan build yang relatif baru. Salah satu petunjuk kuat adalah lagu "Sports Car" oleh Tate McRae yang diputar di radio dalam game; lagu tersebut baru rilis Januari 2025. Menariknya, protagonis kedua, Lucia, belum muncul di klip mana pun, menandakan akses leaker mungkin terbatas pada sebagian game.
Tuntutan soal "on-disc DLC" yang terdengar kuno menunjukkan pelaku bukan remaja, melainkan gamer yang aktif di era disk fisik. Namun, fokus pada pre-order digital dan token kripto justru terasa aneh di tengah euforia pre-order GTA 6 yang "belum pernah terjadi sebelumnya".
Risiko bagi Cyberleek sangat besar. Pelaku di balik kebocoran besar GTA 6 pada 2022 lalu telah menghadapi konsekuensi hukum serius. Keberadaan token kripto justru menambah jejak transaksi yang bisa dilacak otoritas, membuat identitas mereka semakin mudah ditemukan.
Komunitas gamer kini menunggu langkah selanjutnya. Kekhawatiran muncul jika perhatian mulai meredup, leaker bisa saja beralih membocorkan spoiler cerita. Sementara itu, Rockstar dijadwalkan mengungkap gameplay resmi GTA 6 pada Kamis, 27 Agustus mendatang, sebuah momen yang bisa menjadi penentu apakah bocoran Cyberleek masih relevan atau justru tenggelam oleh pengumuman resmi.