Harga Ayam di Pasar Kramat Tinggi Batang Hari Naik Jadi Rp 48 Ribu per Kilogram, Pasokan Menyusut

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:50:31 WIB
Harga daging ayam ras di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, tercatat mencapai Rp 48 ribu per kilogram.

MUARA BULIANHarga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Batang Hari, Jambi, mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) setempat, harga ayam bulat di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian, kini mencapai Rp 48 ribu per kilogram.

Sebelumnya, harga ayam di pasar tersebut berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Lonjakan ini terjadi di tengah berkurangnya jumlah ayam yang masuk ke pasar dari sisi produksi.

Pemicu Kenaikan: Stok Produksi Menipis

Penyuluh Perindag Disdagkop UKM Kabupaten Batang Hari, Nike Dwitia Arza, mengatakan kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan ayam dari sisi produksi yang relatif sedikit di pasaran. Kondisi ini berlangsung selama satu minggu terakhir.

"Dalam satu minggu ini harga ayam mengalami kenaikan. Salah satu penyebabnya karena stok produksi ayam yang masuk ke pasaran sedikit," kata Nike, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, terbatasnya pasokan membuat harga mengalami peningkatan. Sebab, kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam tetap berjalan, sementara jumlah barang yang tersedia berkurang.

Harga Ayam Potong Juga Ikut Naik

Dari hasil pemantauan di lapangan, kenaikan tidak hanya terjadi pada ayam bulat. Harga ayam yang sudah dipotong-potong juga tercatat berada di angka Rp 48 ribu per kilogram, sama dengan harga ayam utuh.

Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menjadi sorotan. Pedagang di Pasar Kramat Tinggi pun disebut mulai merasakan penurunan omzet karena sebagian pembeli mengurangi jumlah pembelian.

Langkah Disdagkop: Pantau Perkembangan Harga

Menanggapi situasi ini, Disdagkop UKM Batang Hari memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas ayam di pasaran. Langkah ini diambil agar fluktuasi harga dapat terdeteksi lebih dini.

"Kami berharap pasokan ayam kembali normal sehingga harga dapat berangsur stabil dan tidak semakin membebani masyarakat," tutup Nike.

Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab menyusutnya produksi ayam di tingkat peternak. Namun, pola serupa kerap terjadi saat siklus panen ayam broiler mengalami jeda atau ketika biaya pakan naik di tingkat peternak.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top