Rupiah Menguat 22 Poin ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga, Analis: Stabilitas Jadi Prioritas di Tengah Ketegangan Iran-AS

Penulis: Rizal Hamdani  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55:01 WIB
Rupiah ditutup menguat 22 poin ke level Rp17.840 per dolar AS setelah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75 persen.

JAKARTA — Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen langsung mendapat respons positif dari pasar. Berdasarkan data penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), rupiah berhasil parkir di level Rp17.840 per dolar AS, menguat tipis dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp17.862 per dolar AS.

Penguatan ini juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis BI. Kurs referensi tersebut hari ini bergerak naik ke posisi Rp17.844 per dolar AS, membaik dari level Rp17.856 pada perdagangan sebelumnya.

BI Rate Ditahan, Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Konflik Global

Keputusan untuk menahan suku bunga diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026. Selain suku bunga acuan, bank sentral juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing di level 4,75 persen dan 6,50 persen.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menilai langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa BI memprioritaskan stabilitas nilai tukar di tengah gejolak global yang masih tinggi. Ketegangan geopolitik akibat perang di Timur Tengah dinilai masih menjadi momok utama bagi pergerakan mata uang Garuda.

"Keputusan suku bunga ini tetap konsisten dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Selat Hormuz Jadi Pusat Perhatian Investor

Di sisi lain, pelaku pasar tengah mencermati sinyal yang saling bertentangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait status Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut menjadi penentu utama pergerakan harga komoditas dan sentimen risiko global.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka. Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sikap Iran yang justru menyatakan jalur air tersebut masih tertutup bagi lalu lintas pelayaran.

Ibrahim menjelaskan, kesepakatan gencatan senjata sementara telah berakhir pada Senin (17/8). Ia menambahkan bahwa seorang pejabat senior Iran telah menyatakan negaranya beralih ke postur militer yang sepenuhnya ofensif akibat kebuntuan diplomatik, meskipun belum ada laporan mengenai serangan baru dari kedua belah pihak.

Insentif Likuiditas Jadi Andalan Dorong Investasi Asing

Untuk meredam tekanan eksternal, BI tidak hanya mengandalkan instrumen suku bunga. Bank sentral disebut memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing.

Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.

Selain itu, kebijakan moneter yang akomodatif ini juga menjadi upaya untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah serta memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top