JAMBI — Pemandangan berbeda tersaji dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Garuda, Kota Jambi, Senin (17/8). Sejumlah eks napiter yang diberangkatkan dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi tampak mengikuti rangkaian upacara bersama peserta lainnya, mulai dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, hingga instansi pemerintah.
Keterlibatan mereka bukan sekadar seremoni tahunan. Polda Jambi menyebut langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan toleransi bagi mereka yang pernah terlibat dalam jaringan intoleransi dan ekstremisme.
Pelibatan eks napiter dalam momentum kemerdekaan tersebut merupakan wujud sinergi Polri bersama Kesbangpol Provinsi Jambi. Fokusnya adalah pencegahan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan yang masih berpotensi tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, semangat kebangsaan diharapkan terus diperkuat. Momen HUT RI juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menolak sikap intoleran, fanatisme berlebihan, serta narasi-narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menyebut momen ini menjadi ajang evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar Kombes Pol Erlan Munaji.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah pembinaan terhadap eks napiter di Jambi. Mereka tidak hanya dipantau, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan kebangsaan agar kembali memiliki rasa memiliki terhadap bangsa.
Upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Garuda dimulai sekitar pukul 06.40 WIB. Selain dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, kegiatan ini juga melibatkan instansi vertikal serta sejumlah stakeholder terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Kehadiran para eks napiter di tengah barisan peserta upacara menjadi simbol nyata rekonsiliasi dan penerimaan kembali mereka ke dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai keterlibatan dalam jaringan terorisme secara permanen.
Dengan adanya pelibatan langsung dalam agenda kenegaraan, diharapkan nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan benar-benar tertanam, bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai pengalaman langsung yang dirasakan oleh para eks napiter.