Salurkan 1.500 Bibit Nanas ke Dua Desa di Tanjab Timur, PTPN IV Regional IV Targetkan Lahan Gambut Produktif

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:27:01 WIB
PTPN IV Regional IV menyerahkan 1.000 bibit nanas kepada masyarakat Desa Merbau, Tanjab Timur.

TANJAB TIMUR — Sebanyak 1.000 bibit nanas diserahkan untuk masyarakat Desa Merbau dan diterima oleh Khairul Anwar. Adapun 500 bibit lainnya diberikan kepada warga Desa Sungai Tawar, dengan penerimaan langsung oleh Kepala Desa Sungai Tawar, Bustanul Arifin. Penyaluran bantuan berlangsung pada pekan pertama Agustus 2026.

Manajer Kebun Lagan PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Fadly Wahyudi, menjelaskan pemilihan komoditas nanas bukan tanpa pertimbangan. Sebagian besar lahan warga di kedua desa berada di kawasan gambut, sehingga tanaman yang adaptif terhadap tanah asam menjadi prioritas.

“Nanas merupakan salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan dengan karakteristik gambut. Sebagian besar lahan masyarakat di Desa Merbau dan Desa Sungai Tawar berada di kawasan gambut. Karena itu, kami memilih komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Fadly, didampingi Asisten Personalia Kebun (APK) Lagan, Shinta Shalahuddin.

Mengapa Nanas Menjadi Pilihan di Lahan Gambut?

Fadly menambahkan, nanas atau Ananas comosus memiliki toleransi tinggi terhadap tingkat keasaman tanah yang umum ditemukan di lahan gambut. Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas ini bisa menjadi alternatif usaha yang berkelanjutan bagi warga.

“Nanas memiliki nilai ekonomi dan relatif sesuai dengan kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tertentu. Dengan pengelolaan dan budidaya yang tepat, tanaman ini dapat menjadi salah satu alternatif usaha masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Potensi Hilirisasi Produk Olahan Nanas

Pengembangan nanas tidak hanya berhenti pada penjualan buah segar. Komoditas hortikultura tropis ini membuka peluang diversifikasi produk seperti keripik nanas, selai, hingga sirup yang bisa meningkatkan nilai jual di pasaran.

Fadly berharap program ini mampu mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahannya tanpa mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan. Budidaya yang dikelola secara baik diharapkan menjaga produktivitas lahan gambut dalam jangka panjang.

“Budidaya tanaman pada lahan yang dikelola secara tepat dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengesampingkan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambiekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top