JAKARTA — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Jumat ini tidak lepas dari respons pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Pengamat pasar modal Elandry Pratama menyebut pernyataan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI itu menjadi pemicu sentimen yang memperkuat minat beli investor.
"Statement Pak Prabowo bisa menjadi sentiment booster yang memperkuat minat beli, kemudian direspons pasar melalui kenaikan harga saham," ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.031.000 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 17,04 miliar lembar saham senilai Rp6,47 triliun.
Elandry menjelaskan, seiring dengan Presiden Prabowo yang menyebutkan sejumlah perusahaan BUMN dalam pidatonya, minat beli yang terjadi saat ini memang lebih dulu terarah ke saham-saham pelat merah. Hal ini dinilai wajar karena BUMN dinilai dapat menjadi eksekutor pemerintah yang cepat dan taktis dalam menjalankan berbagai program.
"Mungkin jika dikaitkan dengan pidato hari ini, minat beli memang lebih terarah ke saham-saham BUMN terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu, BUMN dapat menjadi eksekutor pemerintah yang cepat dan taktis dalam menjalankan berbagai program maupun menyelaraskan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah," jelasnya.
Kendati demikian, Elandry mengingatkan agar penguatan IHSG tidak hanya bertumpu pada sentimen sesaat. Menurutnya, harapan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten-emiten di pasar modal Indonesia.
"Namun harapan penguatan lebih lanjut perlu diikuti oleh perbaikan fundamental dan kinerja emiten, tanpa mengesampingkan kondisi serta sentimen global saat ini," kata Elandry.
Para pelaku pasar juga tetap diingatkan akan adanya potensi ambil untung atau profit taking. Elandry menilai penguatan yang didorong oleh sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
"Adanya potensi profit taking tetap membayangi, karena penguatan yang didorong sentimen seperti ini biasanya cenderung bersifat jangka pendek," ujarnya.
Lebih lanjut, Elandry menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu penggerak signifikan pasar saham. Pelaku pasar diprediksi akan mencermati penegasan arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus yang disampaikan dalam forum tersebut.
"Pidato kenegaraan Presiden Prabowo akan menjadi salah satu market-moving event yang cukup diperhatikan pelaku pasar, terutama jika ada penegasan mengenai arah kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan stimulus," kata Elandry.
Dalam pidato pengantar RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya, pelaku pasar akan fokus pada target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi kurs Rupiah, strategi pembiayaan, serta program pemerintah yang dapat mendorong konsumsi dan investasi. Sebelumnya, Badan Anggaran DPR RI melaporkan Program Kerja Prioritas Nasional 2027 terdiri dari delapan klaster, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, perumahan, hingga penurunan kemiskinan.