KERINCI — Rocky Candra menilai pertemuan santai bersama Bupati Kerinci dan Kapolres Kerinci di Teh Talua Malimpah Bang Ucok bukan sekadar silaturahmi biasa. Baginya, obrolan tanpa meja rapat formal itu justru membuka ruang komunikasi yang lebih cair dan jujur mengenai kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan atau rapat resmi yang penuh dokumen. Gagasan besar kerap lahir dari percakapan sederhana, termasuk dari keresahan warga yang disampaikan secara langsung.
Rocky menegaskan silaturahmi bukan sekadar tradisi menjaga hubungan baik, melainkan fondasi komunikasi yang hidup. Ketika komunikasi berjalan terbuka, persoalan yang tampak rumit bisa dibicarakan lebih leluasa, dan kepercayaan pun tumbuh.
"Dari komunikasi itulah muncul kepercayaan. Dari kepercayaan, kerja sama menjadi lebih mudah dibangun," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada akhirnya masyarakatlah yang harus merasakan manfaat dari proses tersebut.
Kerinci memiliki karakter dan tantangan tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Potensi besar yang dimiliki daerah ini membutuhkan pengelolaan, kebijakan, serta kerja bersama agar bisa berkembang maksimal.
Rocky menekankan bahwa hubungan pusat dan daerah tidak boleh berhenti pada hubungan administratif. Komunikasi yang hidup diperlukan agar kebutuhan daerah dapat disampaikan dengan jelas, dan program pusat bisa diterjemahkan sesuai kondisi lapangan.
Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan harus memberikan dampak yang benar-benar dirasakan warga. Jalan yang dibangun harus memudahkan akses ekonomi, dan program pemerintah harus membantu masyarakat mendapatkan kesempatan lebih baik.
Menurut Rocky, pemerintah daerah tahu persis kondisi dan kebutuhan warganya, sementara pemerintah pusat memiliki sumber daya dan kebijakan. Jika dua kekuatan ini berjalan bersama, hasilnya akan jauh lebih optimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.
Rocky melihat Kerinci membutuhkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik. Penguatan sumber daya manusia, ekonomi masyarakat, keamanan, dan pelayanan publik menjadi sektor yang saling terkait dan harus berjalan beriringan.
Pertemuan sederhana tersebut, lanjutnya, menjadi bahan pemikiran bersama tentang arah pembangunan ke depan. Suasana santai tidak mengurangi substansi pembicaraan mengenai masa depan daerah.