JAMBI — Penguatan IHSG pada perdagangan Rabu (12/8) berhasil membalikkan tren koreksi yang terjadi pada dua sesi sebelumnya. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut aksi borong saham oleh pelaku pasar menjadi pemicu utama rebound ini.
"Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya," ujar Nafan saat dihubungi di Jakarta.
Indeks LQ45 yang menjadi barometer saham unggulan juga ikut menguat 8,05 poin atau 1,29% ke posisi 633,84. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp17,35 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.067.000 kali. Sebanyak 474 saham berhasil naik, sementara 185 saham melemah dan 304 saham stagnan.
Selain faktor teknikal, Nafan menjelaskan pelaku pasar tengah mengantisipasi pengumuman resmi MSCI Inc. yang dijadwalkan rilis pada Rabu (13/8) pukul 04.00 WIB. Hasil tinjauan indeks Agustus 2026 ini dinilai krusial karena ada harapan status pembekuan (freeze) beberapa emiten Indonesia akan dicabut.
"Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten," jelas Nafan.
Dari sisi domestik, penguatan IHSG juga ditopang oleh kepastian arah kebijakan moneter setelah Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Hal ini memberikan rasa aman bagi investor institusi terkait stabilitas nilai tukar Rupiah ke depan.
Berdasarkan data IDX-IC, sepuluh dari sebelas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin kenaikan dengan apresiasi 4,60%, disusul sektor energi yang naik 3,22% dan sektor barang baku yang menguat 2,27%. Satu-satunya sektor yang terkoreksi adalah transportasi & logistik yang turun tipis 0,23%.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar hari ini antara lain EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI. Di sisi lain, pelemahan terdalam terjadi pada saham BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 yang diproyeksikan melandai ke level 3,4% year on year (yoy). Data ini akan menjadi sinyal utama apakah The Fed akan konsisten menerapkan sikap dovish, yang berpotensi mendorong arus modal masuk ke pasar emerging market termasuk Indonesia.
Adapun pergerakan bursa regional Asia sore ini masih bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,99%, Kospi melesat 3,68%, sementara Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times kompak melemah masing-masing 0,32%, 0,83%, dan 0,58%.
Kendati IHSG berhasil ditutup menguat, Nafan mengingatkan bahwa rebound ini belum otomatis menjadi sinyal pembalikan tren. Keberlanjutan penguatan akan sangat bergantung pada peningkatan likuiditas dan konsistensi kepercayaan investor di tengah gejolak sentimen global.
Investasi mengandung risiko.