MUARA BULIAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Jambi, meminta warga untuk mulai membatasi aktivitas di luar ruangan. Permintaan ini menyusul pemantauan kualitas udara yang menunjukkan tren penurunan, meskipun angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) saat ini masih berada di level aman.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Solihin, menyampaikan bahwa imbauan tersebut dikeluarkan berdasarkan data pemantauan harian dari aplikasi milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Angka ISPU di Batang Hari tercatat berada di angka 28, atau masih jauh di bawah ambang batas kategori siaga yang dimulai dari angka 50.
"Terkait ISPU setiap harinya update, saat ini nilainya ada di 28," kata Solihin, Selasa.
Kendati kualitas udara masih tergolong baik, BPBD menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dini, mengingat wilayah Batang Hari masih memiliki potensi titik api yang dapat memicu karhutla, terutama saat puncak musim kemarau tiba.
BPBD mengingatkan bahwa asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan berpotensi besar mengganggu kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, seperti membakar lahan atau membuang puntung rokok sembarangan.
Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, BPBD Batang Hari juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan lingkungan. Warga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya titik api atau tanda-tanda kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.
BPBD memastikan informasi terkait perkembangan kualitas udara akan terus diperbarui setiap hari. Masyarakat diminta untuk memantau informasi resmi dari instansi terkait agar dapat menyesuaikan aktivitas harian mereka dengan kondisi udara yang ada.
Imbauan ini menjadi pengingat penting bagi warga Batang Hari untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang lebih sensitif terhadap perubahan kualitas udara.