JAKARTA — PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha agar produksinya meningkat, legalitas terpenuhi, hingga pasar meluas. Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa pembiayaan hanyalah pintu masuk untuk memperkuat usaha masyarakat.
"Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik," kata Kindaris dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 1.492 penduduk merupakan perempuan. Perekonomian desa di kawasan Pulau Mengare ini bertumpu pada sektor perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, dan industri olahan skala rumah tangga.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan posisi perempuan sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi rumah tangga di pesisir. Besarnya keterlibatan masyarakat dalam pembiayaan ultra mikro menjadi modal sosial bagi penguatan ekonomi lokal.
Sebagian besar potensi ekonomi Pulau Mengare masih bersumber dari sektor primer. Hasil perikanan dan tambak berpeluang menghasilkan nilai ekonomi lebih besar apabila tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
PNM mendorong klasterisasi usaha dengan pendampingan yang mencakup peningkatan proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, penguatan merek, hingga perbaikan kemasan. Dengan begitu, nilai tambah tidak seluruhnya keluar bersama penjualan komoditas mentah, tetapi dapat dipertahankan di desa melalui kegiatan pengolahan, perdagangan, dan penciptaan pekerjaan baru.
Salah satu contoh nyata datang dari Lisminah, perempuan yang mempertahankan produksi terasi secara turun-temurun. Setelah mendapatkan pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar, usahanya berkembang baik dari kapasitas produksi, kualitas produk, maupun pemasaran.
Usaha yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi keluarga tersebut kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan utama dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Perkembangan ini menunjukkan bahwa naik kelas tidak semata ditandai oleh meningkatnya plafon pembiayaan, tetapi juga produktivitas, jangkauan pasar, legalitas, kekuatan merek, hingga dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Desa Watuagung menilai pendekatan yang menggabungkan pembiayaan dengan pemberdayaan tersebut efektif dalam memperkuat ekonomi keluarga.
"Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan, AO (account officer)-nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif," ujar Muhaimin.
Menurut Muhaimin, penguatan masyarakat tidak cukup dilakukan hanya dengan membuka akses pembiayaan. Pendampingan diperlukan agar kegiatan usaha menjadi semakin produktif dan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
PNM juga memperluas pendekatan pemberdayaan hingga penguatan sumber daya manusia keluarga melalui program Ruang Pintar. Program ini menyediakan pendampingan belajar secara gratis beserta fasilitas pembelajaran bagi anak-anak keluarga nasabah PNM Mekaar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.
Peningkatan kapasitas perempuan pada akhirnya memiliki dampak ekonomi yang lebih panjang. Penguatan pendapatan keluarga dapat memperbesar kesempatan anak memperoleh pendidikan yang lebih baik, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pengembangan usaha perempuan di Pulau Mengare memperlihatkan bahwa penguatan ekonomi pesisir dapat dimulai dari unit ekonomi terkecil. Dalam skala lebih luas, pola tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di daerah pesisir Indonesia.