TANJUNG JABUNG TIMUR — Kegiatan donor darah yang digelar SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd di Rec Hall Basecamp PetroChina Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kembali menambah stok darah bagi PMI Kota Jambi. Dalam sekali pelaksanaan, perusahaan minyak dan gas tersebut konsisten menyumbang lebih dari 100 kantong darah.
Frekuensi pelaksanaannya pun terbilang tinggi. Dalam setahun, agenda kemanusiaan ini bisa digelar hingga delapan kali di wilayah Geragai dan Betara, melibatkan karyawan serta pekerja dari perusahaan mitra.
Staf Bagian Administrasi Unit Donor Darah PMI Kota Jambi, Fitri Handayani, menyebut tingginya jumlah kantong darah yang terkumpul tidak lepas dari partisipasi aktif para pekerja. Kesadaran untuk mendonorkan darah dinilai menjadi faktor utama keberhasilan agenda rutin ini.
“Jumlah darah yang terkumpul sangat bergantung pada antusias pendonor. Alhamdulillah, antusias karyawan PetroChina selama ini sangat tinggi, sehingga hasilnya bisa mencapai lebih dari 100 kantong darah,” ujar Fitri.
Ia menambahkan, kolaborasi yang sudah berjalan selama beberapa tahun ini bukan sekadar agenda seremonial. Kontribusi tersebut dinilai sangat membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Semangat serupa ditunjukkan Agus Ujianto, karyawan subkontraktor PT Supraco. Baginya, menyumbangkan darah adalah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan. Sebelumnya, ia sempat absen karena sedang menjalani masa off kerja, dan baru kali ini bisa kembali mendonorkan darahnya untuk yang kedua kalinya.
“Ini yang kedua kalinya saya donor darah. Waktu kegiatan sebelumnya saya sedang off, jadi tidak sempat ikut. Baru sekarang bisa donor lagi,” katanya.
Agus memaknai donor darah sebagai aksi nyata yang manfaatnya mungkin belum dirasakan saat ini, tetapi akan sangat berarti bagi penerima transfusi. “Saat ini mungkin belum tahu siapa yang menerima darah kita, tapi semoga darah yang disumbangkan bisa membantu pasien yang membutuhkan,” ujarnya.
PMI Kota Jambi berharap budaya berbagi ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan perusahaan, tetapi juga di tengah masyarakat luas. Kebutuhan darah di rumah sakit dinilai tidak mengenal waktu, sehingga semakin banyak pendonor, semakin besar peluang pasien di Jambi mendapatkan pertolongan tepat waktu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan di tengah operasionalnya di Provinsi Jambi, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan kebutuhan kemanusiaan di daerah.