Wamen Dikdasmen RI Resmi Luncurkan Aplikasi Bungo Pintar di Jambi, Siap Terintegrasi dengan Super App Rumah Pendidikan

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 21:00:31 WIB
Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq meluncurkan aplikasi Bungo Pintar di Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, Jambi.

BUNGO — Peluncuran aplikasi Bungo Pintar di Ruang Cempaka Kuning, Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, bukan sekadar seremoni. Pemerintah pusat memberi sinyal kuat bahwa inovasi digital buatan daerah akan diakomodasi dalam ekosistem pendidikan nasional yang lebih besar.

Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyebut aplikasi Bungo Pintar sejalan dengan arah kebijakan kementerian yang tengah gencar mendorong inovasi pembelajaran berbasis digital. Ia menilai desain dan fungsionalitas aplikasi buatan tim pengembang lokal ini selaras dengan super app milik kementerian.

Integrasi dengan Super App Rumah Pendidikan

Fajar mengungkapkan, sejak kepemimpinan baru di Kementerian Pendidikan pada 2 Oktober 2024, ditemukan lebih dari seribu aplikasi yang tersebar untuk membantu proses pembelajaran dan pengelolaan data guru serta murid. Atas arahan Menteri Pendidikan, seluruh aplikasi tersebut kini diintegrasikan ke dalam satu platform bernama Rumah Pendidikan.

"Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan," ujar Fajar dalam sambutannya, Jumat (07/08/2026).

Ia menambahkan, integrasi ini penting agar materi ajar berkualitas dapat diakses secara merata oleh seluruh peserta didik di Indonesia, termasuk di pelosok Kabupaten Bungo.

Kabar Gembira: Rumah Pendidikan Juara Dunia di Swiss

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan kabar membanggakan. Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan tahun lalu berhasil meraih juara pertama pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss.

"Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB. Kita berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan," jelasnya.

Menurut Fajar, pengakuan internasional ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia berjalan baik dan dapat menjadi model bagi negara lain. Capaian ini, kata dia, juga pernah diumumkan langsung oleh Presiden.

Akademi Al-Qur'an Bisa Jadi Sumber Belajar Lokal

Fajar menegaskan dukungan penuh kementerian terhadap inisiatif digital yang dikembangkan di daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus menciptakan inovasi yang sesuai dengan konteks lokal masing-masing.

"Inovasi digital daerah yang sesuai konteks lokal akan memperkaya sumber belajar bagi peserta didik," tuturnya.

Sebagai contoh, keberadaan Akademi Al-Qur'an di Bungo dinilai sebagai kekayaan pendidikan lokal yang dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar di dalam aplikasi. Hal ini akan membuat materi pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Guru Diminta Manfaatkan Papan Interaktif Digital

Fajar juga mengimbau para guru untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya bantuan papan interaktif digital yang diterima sejumlah sekolah.

"Saya sering menyarankan kepada guru ketika sekolahnya mendapatkan bantuan papan interaktif digital untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran yang berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Itu wajib, karena semua materi ajar ada di sana," pungkas Fajar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mendampingi langsung jalannya acara peluncuran tersebut. Kehadiran Wagub menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung percepatan transformasi digital di sektor pendidikan hingga tingkat kabupaten.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: jambiekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top