TANJAB BARAT — Pentas kolaborasi budaya Melayu dan Tionghoa menjadi sajian pamungkas Pergelaran Seni Budaya Bhinneka Kebangsaan di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal. Acara yang digelar Rabu malam itu sekaligus menutup rangkaian perayaan Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir langsung didampingi Ketua TP-PKK, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Turut hadir unsur Forkopimda, anggota DPRD, para pejabat daerah, serta ketua Persit, Bhayangkari, dan Dharma Wanita Persatuan.
Pergelaran ini bukan sekadar hiburan rakyat. Selama lima malam, panggung di pusat kota menjadi ruang silaturahmi lintas suku dan etnis yang memperkuat semangat persatuan di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.
Ketua HKM Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya kolaborasi lintas etnis ini. Menurutnya, dukungan pemerintah kabupaten menjadi bukti nyata komitmen dalam memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan.
Senada dengan itu, Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M., turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah kabupaten kepada seluruh paguyuban budaya yang ada di daerah tersebut.
Kehadiran para ketua paguyuban dan tokoh masyarakat dari berbagai suku dalam acara penutupan ini menjadi gambaran nyata wajah Tanjung Jabung Barat sebagai daerah yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Melalui panggung budaya ini, berbagai tradisi tampil berdampingan. Perbedaan tidak lagi menjadi sekat, melainkan warna-warna indah yang memperkaya jati diri bangsa.
Nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini menjadi semboyan, di Kuala Tungkal telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Harmoni yang terjalin di tengah keberagaman suku, agama, dan adat istiadat menjadi modal sosial untuk mewujudkan daerah yang aman, damai, dan inklusif.
Pergelaran ini membuktikan bahwa persatuan akan semakin kokoh ketika setiap budaya diberi ruang untuk tumbuh, dihormati, dan dirayakan bersama. Bupati Anwar Sadat bersama jajaran Forkopimda menyaksikan langsung malam penutupan yang berlangsung meriah hingga larut malam.