JAMBI — Rencana gelaran Presisi Merdeka Run Jambi 2026 di kawasan Kantor Gubernur Jambi memicu keresahan di kalangan pedagang Car Free Day (CFD). Mereka mengaku menerima informasi bahwa aktivitas berjualan akan dihentikan sementara saat event olahraga tersebut berlangsung.
Kabar itu langsung mendapat respons tegas dari Gubernur Jambi Al Haris. Ia memastikan CFD tetap berjalan seperti biasa dan para pelaku UMKM tidak akan kehilangan tempat berjualan.
"Enggak ditutup. Saya tekankan sekali lagi kepada Pak Asisten I, tidak ada pedagang yang tidak boleh dagang," tegas Al Haris.
Kekhawatiran ini bermula dari informasi yang diterima sejumlah pedagang yang biasa mangkal di sepanjang kawasan Kantor Gubernur hingga Simpang Bank Indonesia. Mereka mengaku baru mendapat pemberitahuan bahwa lapaknya tidak boleh beroperasi pada hari pelaksanaan lomba.
"Libur, kami orang jualan. Barusan kemarin dapat pemberitahuannya," ujar salah seorang pedagang saat dikonfirmasi.
Hingga saat itu, belum ada kejelasan apakah lapak mereka akan dipindahkan ke lokasi lain atau memang benar-benar ditutup sementara. Ketidakjelasan inilah yang memicu keresahan di kalangan pedagang yang mengandalkan pendapatan dari CFD setiap akhir pekan.
Para pedagang menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Presisi Merdeka Run Jambi 2026. Namun mereka berharap pemerintah tidak menutup ruang usaha justru di momen yang diprediksi akan ramai pengunjung.
"Seharusnya di event seperti ini kami justru diberdayakan. Malah ini jadi momentum buat kami ngelarisin dagangan, karena yang datang pasti ramai. Banyak juga yang jualan cuma seminggu sekali," katanya.
Bagi sebagian pedagang, CFD bukan sekadar tempat berjualan, melainkan sumber penghasilan utama yang hanya bisa diandalkan satu kali dalam sepekan.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Al Haris menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup aktivitas jual beli di CFD. Langkah yang diambil justru berupa penataan lokasi lapak agar tidak mengganggu jalur peserta lomba.
Penataan ini dinilai perlu dilakukan demi kelancaran acara sekaligus tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mencari nafkah. Dengan adanya kepastian ini, diharapkan para pedagang dapat berjualan dengan tenang tanpa rasa khawatir.
Pemerintah Provinsi Jambi diharapkan segera mengoordinasikan teknis penataan lapak kepada para pedagang agar persiapan mereka matang menjelang hari pelaksanaan event.