JAMBI — Pemerintah Kota Jambi tidak hanya sekadar menjadi peserta dalam ajang IMT-GT Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026. Keikutsertaan Wali Kota Maulana dalam forum yang digelar di Pekanbaru itu dijadikan momentum untuk memetakan langkah konkret menghadirkan kota yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu fokus utama yang dibawa pulang adalah penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu. Maulana menilai, praktik pengelolaan Bank Sampah di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang, Pekanbaru, bisa menjadi pembanding untuk mengoptimalkan program serupa di Jambi.
Maulana menyebut, kunjungan ke sejumlah lokasi penerapan praktik terbaik di Pekanbaru, termasuk Green School dan pengelolaan bank sampah, memberikan gambaran jelas bagaimana pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
"Banyak praktik baik yang dapat kita adopsi untuk mempercepat terwujudnya Kota Jambi sebagai kota yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah penguatan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini sudah berjalan melalui sistem pengambilan sampah langsung dari sumbernya," ujar Maulana, Rabu (05/08/2026).
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Jambi dalam membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu. Targetnya jelas: mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menaikkan nilai ekonomi lewat konsep sirkular.
Dalam forum yang mempertemukan para kepala daerah dari tiga negara itu, Kota Jambi yang mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Energi IMT-GT GCMC turut memaparkan perkembangan pemanfaatan energi terbarukan di kawasan.
Maulana menegaskan, pengembangan konsep waste to energy menjadi prioritas. Ia meyakini sampah yang dikelola dengan baik tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi dan manfaat ekonomi.
"Sampah yang kita miliki bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Melalui pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital, sistem pengelolaan sampah dapat menjadi lebih efektif sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat," tegasnya.
Transformasi pengelolaan sampah hanyalah satu bagian dari agenda besar kota hijau di Jambi. Maulana menyebut, sejumlah program pendukung lain terus dikebut secara paralel.
Pengembangan kendaraan berbasis listrik, pemanfaatan energi terbarukan, hingga perluasan jaringan city gas sebagai energi bersih menjadi pekerjaan rumah yang tengah diakselerasi. Menurut Maulana, forum GCMC menjadi ruang tepat untuk saling berbagi pengalaman dengan negara tetangga dalam menghadirkan inovasi pembangunan berkelanjutan.
"Forum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama dalam menghadirkan berbagai inovasi pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi," pungkasnya.