FCC Larang Inverter Surya Asing Masuk AS, Pabrikan China dan AS Kena Aturan Baru

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:05:01 WIB
Warga melintas di dekat instalasi panel surya di Jambi, Jumat (21/2/2025).

JAMBI — Kebijakan ini bukan sekadar soal keamanan perangkat keras. FCC menyasar radio yang tertanam di dalam inverter, bukan komponen kelistrikannya. Dampaknya langsung terasa di pasar yang menurut firma penguji Intertek CEA, pabrik AS hanya mampu memasok 40 persen kebutuhan gabungan panel surya dan baterai pada tahun depan.

Aturan 'Asing' Tidak Berdasarkan Negara Asal Merek

Istilah "asing" dalam regulasi ini sering disalahartikan. Berdasarkan analisis hukum dari Morgan Lewis, definisi "foreign-produced" mengikuti standar uji kandungan domestik dari aturan federal Buy American. Produk harus memiliki lebih dari 65 persen konten AS dan diproduksi di AS untuk lolos dari daftar larangan.

Artinya, merek asal AS yang merakit di Vietnam tetap dianggap asing. Sebaliknya, merek China bisa lolos jika membangun pabrik di AS dengan kandungan lokal cukup. FCC menegaskan kewarganegaraan produsen tidak relevan dalam penentuan ini.

Cakupan aturan ini luas. Semua inverter yang mengubah DC ke AC atau sebaliknya—mikro, string, hybrid, atau berbasis baterai—terkena aturan selama punya radio untuk komunikasi jarak jauh. Inverter tanpa radio atau koneksi aplikasi sepenuhnya dikecualikan.

Model Lama Tetap Jalan, Model Baru Butuh Izin Khusus

Pembatasan ini hanya berlaku untuk model baru. Inverter yang sudah mengantongi izin FCC sebelum 28 Juli masih boleh dijual, dipasang, dan digunakan. Sistem yang sudah terpasang di atap rumah atau kendaraan RV tidak tersentuh aturan ini.

Untuk model asing baru, pabrikan harus mengajukan petisi "Conditional Approval" ke Departemen Keamanan Dalam Negeri atau Departemen Perang sebelum 1 Januari 2028. Persyaratannya berat: pengungkapan kepemilikan manfaat, daftar bill of materials tingkat komponen dengan negara asal, dan rencana pembangunan pabrik di AS. Tidak ada batas waktu review yang jelas.

Pasar Off-Grid dan Portabel Paling Terpukul

Proyek skala utilitas masih bisa bernapas lega karena pengembang punya stok inverter bersertifikat di gudang. Namun segmen off-grid dan surya portabel akan merasakan dampak jangka panjang. Siklus produk pendek, vendor kecil, dan rantai pasok yang hampir seluruhnya di luar negeri membuat merek seperti Bluetti, Victron, EG4, Growatt, Renogy, dan EcoFlow berada di posisi sulit.

Tidak ada pabrik Bluetti di AS yang siap menggantikan pasokan. Tidak ada inverter/charger 3.000W 12V buatan AS yang tersedia di rak. Dokumen Conditional Approval yang bisa ditangani Enphase bukanlah sesuatu yang bisa ditanggung bengkel kecil pembuat DC-DC charger untuk kendaraan overland.

Intertek CEA mencatat ada celah: pabrikan bisa mengirim "kotak bisu" dengan port komunikasi kosong, lalu memasang radio yang sudah disetujui di lokasi pemasangan. Masalah lain, sebagian besar izin FCC yang ada mencakup komponen komunikasi, bukan inverter utuh, sehingga status grandfathered produk tertentu masih abu-abu.

Pasar Bereaksi: Saham Domestik Naik

Begitu draf aturan bocor, pasar langsung merespons. Enphase naik hingga 17 persen, SolarEdge sekitar 11 persen, dan Sunrun sekitar 7 persen. Tesla flat. Namun kemenangan ini tetap berdasarkan lokasi produksi, bukan logo merek.

Enphase sudah merakit mikroinverter di AS dan menutup jalur produksi Meksiko. SolarEdge baru mulai mengirim inverter buatan AS dari pabrik Austin dan Florida tahun ini. Tesla membangun Powerwall 3P dengan inverter asli domestik.

Kritik utama kebijakan ini: jutaan inverter terhubung yang sudah terpasang dan "menelepon ke rumah" hari ini tidak tersentuh. Aturan baru juga tidak mewajibkan properti keamanan spesifik pada perangkat yang dicakup. Jika kekhawatiran utamanya adalah perangkat listrik yang terhubung cloud tanpa patch keamanan, maka kebijakan ini justru mengarah ke arah yang salah.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top