JAMBI — Sebanyak 27 pekebun kelapa sawit rakyat asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti pelatihan intensif pembuatan dan aplikasi pupuk organik yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi. Pelatihan Angkatan VII ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 4 hingga 7 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Fokus utamanya adalah membekali pekebun dengan teknologi pengolahan pupuk mandiri yang ramah lingkungan.
Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu memanfaatkan limbah perkebunan di sekitar kebun sebagai bahan baku pupuk. Dengan begitu, ketergantungan terhadap pupuk kimia bisa ditekan, biaya produksi turun, dan kesuburan lahan terjaga secara berkelanjutan.
Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM adalah fondasi utama untuk memperkuat daya saing sawit rakyat di tengah tantangan industri yang kian kompetitif.
"Pengembangan kapasitas pekebun menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan sektor perkebunan kelapa sawit yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Saptorini dalam sambutannya saat pembukaan pelatihan.
Peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas. Mereka juga terjun langsung mengikuti praktik pembuatan pupuk organik padat dan cair, termasuk menguji kualitas pupuk yang dihasilkan. Kunjungan lapangan dan praktik aplikasi pupuk di kebun menjadi agenda wajib dalam pelatihan ini.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan dan standar pupuk organik, teknik produksi, hingga pemanfaatan limbah perkebunan. Pendekatan ini dirancang agar keterampilan peserta langsung terasah dan bisa segera diterapkan di lahan masing-masing.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Bapeltan Jambi berkomitmen mendukung program BPDP melalui pelatihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pekebun.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri perwakilan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta narasumber dari Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan pekebun sawit yang kompeten dan adaptif terhadap teknologi. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas SDM ini bermuara pada kesejahteraan pekebun rakyat sekaligus memperkuat posisi industri sawit nasional di pasar global.