MUARA BULIAN — BPBD Kabupaten Batang Hari memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla dengan mengaktifkan tiga posko Satgas di titik strategis. Plt Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Solihin, menyebut langkah ini bagian dari strategi respons cepat agar petugas bisa segera bergerak begitu menerima laporan kebakaran.
Ketiga posko yang sudah beroperasi itu berlokasi di Kantor BPBD Batang Hari, Tahura Muara Tembesi, dan Kecamatan Pemayung. Sementara beberapa posko lainnya masih dalam tahap penyusunan.
Pemilihan Tahura Muara Tembesi dan Pemayung bukan tanpa alasan. Solihin menyebut kedua wilayah itu memiliki tingkat kerawanan paling tinggi dan telah beberapa kali mengalami kejadian kebakaran.
"Seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari ini memiliki potensi terjadinya karhutla," ujarnya di Muara Bulian, Senin.
Meski semua kecamatan berpotensi terdampak, penempatan posko di dua titik tersebut menjadi prioritas karena riwayat kebakaran yang berulang. Keberadaan posko diharapkan memangkas waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian.
Untuk mendukung operasional, setiap posko dijaga 13 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, dan Polri. Personel disiagakan setiap hari agar dapat memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk.
Solihin menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla. Dengan pola jaga harian, diharapkan titik api bisa dipadamkan sebelum meluas.
BPBD Batang Hari tidak berhenti pada tiga posko yang sudah aktif. Saat ini instansi tersebut tengah berkoordinasi dengan pihak perusahaan MHS untuk membuka posko tambahan di kawasan perusahaan.
Langkah ini ditempuh guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, terutama di area yang berdekatan dengan konsesi perusahaan. Keterlibatan pihak swasta dinilai penting karena sebagian lahan rawan kebakaran berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.