TANJUNG JABUNG TIMUR — Puluhan orang tua tampak mengantar langsung anaknya memasuki gerbang asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Kamis (30/7/2026). Momen itu bertepatan dengan pelaksanaan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di Desa Suka Maju.
Sebanyak 270 siswa baru dari tiga jenjang pendidikan—SD, SMP, dan SMA—resmi memulai hari pertama mereka di kompleks sekolah berasrama tersebut. Mereka akan tinggal dan belajar di gedung permanen SRT 1 selama dua pekan ke depan.
MPLS di SRT 1 Tanjab Timur tidak sekadar pengenalan lingkungan fisik sekolah. Panitia merancang kegiatan ini untuk memperkuat mental dan kepercayaan diri siswa sejak dini.
Selain itu, materi kegiatan juga menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai kebangsaan. Hal ini sejalan dengan konsep sekolah rakyat yang digagas pemerintah sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan karakter.
Suasana haru dan antusiasme terlihat di area asrama saat orang tua berpamitan dengan anak-anak mereka. Para siswa kemudian diarahkan petugas untuk menempati kamar dan mengenal teman baru dari berbagai daerah di Tanjung Jabung Timur.
Kehadiran orang tua pada hari pertama ini menjadi momen penting bagi para siswa yang baru pertama kali tinggal jauh dari keluarga. Pihak sekolah memastikan pendampingan penuh akan diberikan selama masa adaptasi di lingkungan asrama.
SRT 1 Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu sekolah yang digagas untuk memberikan akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan sistem asrama, pemerintah berharap pemerataan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter bisa berjalan lebih optimal.
Seluruh kebutuhan pokok selama di asrama ditanggung oleh negara, sehingga orang tua tidak perlu memikirkan biaya tambahan. Hal ini menjadi angin segar bagi warga di daerah pesisir Tanjab Timur yang selama ini kesulitan menjangkau pendidikan menengah berkualitas.
Kegiatan MPLS ini sekaligus menjadi penanda dimulainya tahun ajaran baru di sekolah rakyat pertama di provinsi Jambi tersebut. Pihak sekolah akan terus memantau perkembangan adaptasi siswa selama dua pekan ke depan sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai.