JAMBI — Ferrari mengonfirmasi seluruh unit produksi perdana Luce EV telah habis dipesan. Dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis pekan lalu, CEO Benedetto Vigna menyebut target penjualan untuk model listrik murni tersebut di tahun 2026 sudah tercapai hanya dalam dua bulan. Pabrikan tidak merinci angka pasti pesanan, uang muka, atau volume penjualan yang masuk.
Vigna menjelaskan pencapaian ini didorong permintaan stabil untuk model supercar utama Ferrari dan tren personalisasi yang terus meningkat. Reuters melaporkan faktor kunci lainnya adalah respons kuat dari pasar China. Pembeli di sana menjadi motor utama pemesanan Luce yang dibanderol mulai dari 600.000 dolar AS, setara lebih dari Rp 9,6 miliar.
Fakta bahwa Luce ludes terjual menjadi sinyal strategi Ferrari masuk ke segmen kendaraan listrik berhasil, setidaknya dari sisi bisnis. Mobil ini dirancang untuk memperluas portofolio dan mendongkrak pendapatan—hasilnya sudah terlihat. Ferrari pun menaikkan proyeksi pendapatan penuh tahun 2026 dari 8,7 miliar menjadi 8,8 miliar dolar AS.